Custom Glitter Text
Banyoe Mili = Air mengalir (sungai) adalah aliran kehendak ALLAH. Kita yang berperahu di atas sungai dan mengikuti alirannya adalah mengikuti kehendak ALLAH. Apapun yang kita lakukan di atas perahu adalah berpengaruh untuk kita tapi tidak merubah aliran air. Aliran air sungai selalu ke bawah bermakna penurunan kuantitas umur dan kekuatan fisik. Aliran sungai ke laut bermakna kematian dan kembali kepada kumpulan spirit atau keharibaanNya. Ikhtiar manusia tidak memberi bekas kepada kekuasaan dan kehendak Allah SWT (Al Hadist). Ikhtiar manusia hanyalah memberi nilai untuk manusia itu sendiri. Pada dasarnya ikhtiar manusia merupakan bagian yang integral dari kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Wallahua'lam
Tampilkan postingan dengan label DuniaReligi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DuniaReligi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

Hanya Sebuah Do'a


Ya Allah….
Atas Rakhmatmu kami
melaksanakan
pekerjaan …
Dan Atas Rakhmatmu
pula kami bisa
menyelesaikannya
Tidaklah ada daya upaya
kami atas segalanya
tanpa
Rakhmat-Mu….

Dengan menyebut
Nama-Mu setiap kali kami
memulai
Suatu pekerjaan dan
Mengucapkan Terima
Kasih pada-Mu
Setiap kami meng akhiri
suatu pekerjaan ….namun
semua itu
Belumlah cukup jika
belum mendapatkan
kasih sayang-Mu

Ya Allah…..
Telah banyak waktu yang
kami sia-siakan hanya untuk
Mencari kenikmatan yang
sesungguhnya bukanlah
Kenikmatan yang kami
butuhkan….

Dan telah banyak waktu
yang kami habiskan
tanpa kami
Tahu untuk apa kami
lakukan semua itu ….

Sungguh kami telah
berbuat dzolim terhadap
diri kami
Sendiri …dan selalu dalam
keadaan merugi…

Ya Allah….
Sering sekali kami
bersekutu dengan syaitan
Hanya untuk hasrat
duniawi ….yang membuat
kami
Semakin jauh dari Cinta-Mu ….
Sering sekali kami
mengikuti keserakahan
Syaitan
Hanya untuk
mengumpulkan harta
kekayaan …
Padahal sesungguhnya
tidak pernah akan kami miliki
Karena hidup hanya
sebatas ajal ….

Ya Allah…..
Hanya Engkau yang Maha
segalanya
Pemilik Kerajaan Langit
dan Bumi ini beserta
Isinya
Kami hanyalah segumpal
tanah Ciptaan-Mu….
Maka ampunilah dosa-dosa kami...
Amien...

Tentang Hati


Tidaklah pahala dihitung
secara matematika ….
Pahala dihitung
berdasarkan amal dan
perbuatan ….

Amal dan perbuatanpun
dinilai atas dasar niat dan
ketulusan hati …
Allah senantiasa melihat
prilaku manusia …dan
menilai hatinya….
karena Allah maha
mengetahui baik yang nyata maupun yang
tersembunyi …

Baik manusia bukanlah
dinilai dari
perbuatannya …tapi niat
hatinya…
Mungkin selama ini kita
terlihat berbuat baik
namun tidak dengan
hati …

Alangkah indah dan
sempurnanya perbuatan
dilandasi niat dan
ketulusan hati …
semata-mata mengharap
Ridho-Nya ….

Minggu, 06 Februari 2011

Perumpamaan Antara Keluarga, Harta dan Amal Soleh


Suatu ketika Nabi SAW bertanya kepada para
sahabanya: “Tahukah
kalian bagaimana
perempamaan kalian dengan sanak saudara
kalian, harta kalian dan
amal perbuatan kalian ?”.
Atas keinginan para
sahabat, Nabi SAW
bersabda:
” Perumpamaannya
bagaikan seseorang yang
mempunyai tiga
sauadara ”.

Menjelang kematiannnya,
ia memanggil saudara-
sauadaranya dan berkata:
“ Saudara-saudaraku,
kalian telah mengetahui
bagaimana keadaanku
kini ?”. Saudaranya yang
pertama menjawab: “Aku
akan menyayangimu,
aku akan mengobatimu,
dan aku akan melayani
segala keperluanmu. Jika
kamu meninggal dunia, aku akan
memandikanmu,
mengkafanimu, dan
menguburkanmu. Lalu
aku akan selalu
mengingat kebaikanmu”.
Sabda Nabi: “Saudara
seperti ini adalah keluarga
dan sanak-saudaramu ”.

Kemudaian pertanyaan
yang sama diajukan
kepada saudaranya yang
kedua. Lalu dijawab: “Aku
akan bersamamu selama
engkau masih hidup. Jika
kamu meninggal dunia,
aku akan pergi kepada
orang lain ”. “Saudaranya
ini adalah hartanya”.

Kemudian ia memanggil
saudaranya yang ke-tiga,
dan menanyakan hal yang sama. Maka
dijawab: “Walaupun di
dalam kubur aku akan
tetap bersamamu. Akan
ku tenangkan hatimu jika
akan dihisab, dan aku
akan meberatkan
timbangan amal baikmu ”.
Saudaranya yang ketiga
ini adalah amal salehnya”

Sabda Nabi SAW:
“ Sekarang sebutlah,
manakah yang menjadi
pilihanmu ?”. Para sahabat
r.hum menjawab: “Ya
Rasulullah, jelas saudara
yang terakhir itulah yang
kami pilih. Yang pertama
dan kedua kurang
bermanfaat ”

Senin, 24 Januari 2011

Hukum Al-Qur`an Dijadikan RingTone


Telah tersebar di tengah-tengah
kaum muslimin dan ada ustadz yang
mengatakan boleh mengunakan
ringtone Al Qur ’an, penggunaan ring
tone berupa bacaan ayat-ayat Al-
Qur`an atau zikir yang lainnya.
Akan tetapi tahukah anda apa
hukumnya?

Berikut jawaban dari Asy-Syaikh
Saleh Al-Fauzan -hafizhahullah-
tatkala beliau ditanya dengan
konteks pertanyaan sebagai
berikut:

Apa pendapat anda mengenai orang
yang menggunakan suara azan atau
bacaan Al-Qur`an Al-Karim sebagai
ring tone hp sebagai ganti dari
ringtone musik?

Jawab: Ini adalah perbuatan
merendahkan azan, zikir dan Al-
Qur`an Al-Karim. Karenanya dia
tidak boleh dijadikan sebagai ring
tone, dia tidak boleh dijadikan
sebagai ringtone.
Ada yang mengatakan: “Ini lebih
baik daripada ring tone yang
berupa musik. ” Baiklah, tentang ring
tone musik ini, apakah kamu
dipaksa untuk memakainya?!!
Tinggalkanlah (ring tone yang
berupa) musik. Pasanglah ring tone
yang tidak ada musik di dalamnya
dan tidak pula ada bacaan Al-
Qur`an di dalamnya. Cukup sebagai
pemberitahu akan adanya panggilan
masuk.
[Dari kaset yang berjudul: Liqa` Al-
Maftuh ma'a Asy-Syaikh Al-Allamah
Saleh bin Fauzan Al-Fauzan -
hafizhahullah-, pada tanggal
23-10-1426H]

sumber: http://
blogkuzainal.blogspot.com/2011/01/
hukum-al-quran-dijadikan-ring-
tone.html

Renungan: Filosofi Tubuh


Kita memiliki satu mulut; dua telinga.
Itu berarti kita harus lebih banyak
mendengar daripada berbicara.
Mendengar ilmu, mendengar
nasehat, mendengar kritik, lalu
kemudian berbicara. Kata petuah
bijak: janganlah berbicara ketika
kamu ingin sekali berbicara;
berbicaralah ketika kamu sama
sekali tidak ingin berbicara!

Kita memiliki dua kaki; dua tangan.
Itu berarti kita harus lebih banyak
bekerja. Terus bergerak; terus
berkarya! Kata Nabi Ayyub:
sebagaimana burung dilahirkan
untuk terbang dan ikan untuk
berenang, manusia dilahirkan untuk
bekerja.

Kita punya otak. Itu berarti kita
harus berpikir, memikirkan sesuatu.
Kita harus berakal, mengakali
sesuatu. Berpikir dan berakal, itulah
tanda bahwa kita masih waras, tidak
gila; kita masih pintar, tidak bodoh;
kita masih berhati-hati, tidak
ceroboh.

Ketika kita ceplas-ceplos berbicara,
ketika kita malas bekerja, ketika
kita malas berpikir dan berakal, itu
berarti kita adalah manusia biasa,
yang lemah dan lupa. Kita butuh
sesuatu untuk menguatkan, kita
butuh sesuatu untuk mengingatkan.
Sesuatu itu bisa teman; sesuatu itu
bisa Tuhan.

Sabtu, 22 Januari 2011

Islam Saya adalah...


Islam bagi saya adalah agama,
petunjuk bagi jalan yang suram
berkelok-kelok menuju jalan yang
terang benderang dan lurus.

Islam saya adalah Islam yang lentur.
Lentur ? tentu lentur sesuai dengan
pemahaman kacamata saya sendiri.

Islam saya adalah Islam saja. Islam
bagi saya bukan fanatisme. Islam
saya adalah islam, dimana saya
berusaha mentaati perintah Allah,
seperti shalat, puasa, shadaqah
dan lain-lain. Saya berusaha untuk
shalat lima waktu walaupun kadang-
kadang bolong karena kelalaian dan
kesengajaan. Saya tidak
menyalahkan syaitan. Islam yang
ada pada diri saya melekat sejak
kecil. Bagi saya syaitan adalah
musuh yang nyata. Ketika saya lena
maka sayalah yang harus dihukum.
Untuk syaitan biarlah Tuhanku yang
memberi keputusan.

Islam saya islam yang sederhana.
Islam sebagai penuntun dalam
kehidupan yang tidak pasti. Islam
saya tidak pernah membebani.
Walaupun tidak membebani, saya
tidak pernah main-main dengan
islam saya. Saya tetap selalu harus
berwudhu sebelum shalat. Saya ikuti
aturan ruku-rukun saat shalat,
begitu juga ibadah-ibadah yang lain.

Islam saya tidak pernah memaksa.
Islam saya adalah islam yang
menganjurkan seruan dan ajakan
bukan paksaan. “saya mau shalat
dulu, mau ikut?” Islam saya islam
yang menasehati dengan
pertanyaan dan senyuman. “kapan
mulai shalat?” atau “eh, lagi puasa
gak? kenapa gak puasa?”.

Islam saya islam sosial. Islam yang
bergaul dengan siapa saja. Islam
saya tidak pernah memilah-milah.
Bagi islam saya, semua manusia
sama. Islam saya tidak pernah
mengadili akhlak seseorang. Ahklak
mereka urusannya dengan
Tuhan. Islam saya bukan negara.
Biarlah negara yang mengadili
akhlak yang merugikan sesama.

Islam saya islam yang cinta estetika.
Islam saya suka dengan keindahan.
Dengan keindahan, saya belajar
mengenal Tuhan. Dengan keindahan,
Islam seperti oase yang
menyejukkan. Islam saya berusaha
menjadikan diri saya nyaman
bersanding dengan siapapun dan
berusaha membuat nyaman kepada
siapapun yang bersanding dengan
saya. Islam saya bukan islam
intimidasi. Islam saya adalah islam
yang cinta kedamaian.

Islam dan saya adalah berbeda.
Saya adalah manusia, sedangkan
Islam adalah ajaran Tuhan. Kadang
islam yang melekat dalam diri saya
saya abaikan dan dosa-dosa pun
membuat saya malu pada Tuhan.
Itulah islam yang ada pada diri
saya, maka saya tidak berhak
menghardik seseorang dan
mengecam dengan cemoohan.
Bagaimana mungkin saya
menganggap orang lain calon
penghuni surga ataupun neraka,
sedangkan diri saya sendiri tidak
tahu nasib saya di akhirat kelak.
Islam saya tidak bisa menuding
seorang pelacur adalah ahli neraka
dan seorang ulama adalah ahli
surga. Islam saya percaya bahwa
Tuhan punya cara sendiri dalam
menuangkan cinta pada semua
makhlukNya. Tuhan mempunyai cara
yang unik dalam menunjukkan
kekuasaaNnya. Itulah maka islam
saya tidak punya hak sedikitpun
untuk menebak nasib seseorang
kelak di akhirat.

Islam saya adalah islam yang damai.
Bagaimana dengan islam anda ?

By Kamaluddin Ramdhan

Senin, 17 Januari 2011

Shalat Itu Mudah dan GRATIS!!!


Seorang teman memaparkan sebuah
cerita kecil yang membuat saya
tergelitik. Teman saya mempunyai
seorang sopir. Sopir itu seorang
bapak setengah baya, non-muslim.
Dalam suatu obrolan, Si
sopir berkata pada teman
saya, ”Saya kadang2 heran sama
orang Islam, Pak. Gini Pak,,, dalam
agama saya, untuk bersembahyang
itu kan ada biayanya ya. Untuk beli
bahan-bahan buat sesajennya,
buah2an, dupa, dan sebagainya.
Nah, orang Islam itu kan untuk
sembahyang/sholat itu kan gratis,
Pak, alias gak perlu biaya apa2.
Tapi kenapa saya banyak temui
orang Islam yang gak mau sholat
ya ?”

Saya tercengang mendengar cerita
teman saya itu. Sekaligus juga
kagum, Bapak Sopir yang
sederhana itu ternyata mempunyai
pendapat yang menurut saya
cerdas. Saya jadi memikirkan
kata2nya….

Bener juga ya, Islam tuh agama
yang mudah. Mudah gimana,
maksudnya? Oce, saya coba
tuliskan beberapa contoh.

(Pertama) Shalat itu gratis. Karena
itu, siapapun bisa shalat (kalau
mau), baik presiden, menteri, guru,
petani, penjahit, penjual sayur,
gelandangan, pengemis, pengamen,
pedagang asongan. Mudah, kan?

(Kedua) Shalat bisa dilakukan
dimana saja, karena setiap bagian
dari bumi Allah adalah masjid (HR.
Muslim). Kita bisa sholat di tempat
ibadah. Di sudut ruangan kantor. Di
pinggir jalan. Di tepi taman. Dan
lain2. Dimanasaja boleh, asal
tempatnya bebas dari najis. Mudah,
kan?

(Ketiga) Kalo kita dalam perjalanan
pulangkampung misalnya, sholat di
dalam bus pun, boleh. Dalam hal ini,
Allah memberi keringanan kalo kita
boleh sholat sambil tetap duduk
manis di kursi bus. Dan juga kita
boleh menjama’ (mengumpulkan dua
sholat di satu waktu), dan boleh
pula meng-qoshornya (menyingkat
rakaat shalat). Mudah, kan?

(Keempat) Lhooo,,,, tapi di dalam
bus kan gak ada airnya. Gimana mau
wudhu? Tenaaang … Allah (lagi2)
memberi keringanan pada kita dalam
hal ini. Tengoklah jendela bus di
samping kalian. Ada debu halus
yang menempel di situ. Usapkan
telapak tangan kalian ke jendela itu,
lalu tiup pelan. Setelah itu usapkan
ke wajah dan tangan kalian (tayamum). Dengan
begitu kalian sudah dianggap suci
dari hadast kecil. Kalian dah
dianggap samadengan berwudhu.
Mudah, kan?

Jadi, buat yang ngerasa muslim tapi
masih gak mau sholat??

Wa..waa..waaduuh..sungguh...

t.e.r.l.a.l.u.

Benarkah Wanita Baik-baik Akan (Selalu) Dapat Pria Baik-baik?


Cinta, adalah salah satu misteri
yang sampai saat ini masih belum
bisa dipecahkan. Bagaimana sebuah
proses cinta mengalir. Kalau ada
yang mengatakan dari mata turun
ke hati, bagaimana pula dengan
jatuh cintanya orang buta?. Jelas
dia tidak bisa melihat pasangannya,
tapi mereka bisa saling jatuh cinta
dan menikah. Kesimpulan saya, cinta
tetap merupakan misteri tak
terdefinisikan.

Banyak orang yang
sampai sekarang ini berusaha
merangkai kata untuk mengartikan
dan menerjemahkan cinta, ada yang
literal dan ada juga yang mencoba
untuk berfilsafat. Tapi tak ada yang
benar-benar mampu mewakili arti
cinta yang demikian dalam dan luas.

Hal unik dalam dunia percintaan
adalah sebuah kalimat : “tenanglah!
Wanita baik-baik akan mendapat
pria baik-baik dan begitu juga
sebaliknya ”. Benarkah demikian?
Pada dasarnya, kalimat ini muncul
saat salah satu pasangan merasa
dikecewakan dan dinasehati oleh
orang lain dengan kalimat keramat
tersebut. Umumnya manjur, sebab
dalam hati ia akan yakin kalau
memang yang baik akan mendapat
yang baik dan yang buruk juga
begitu. Tapi sebentar, ternyata
keliru. Banyak kita lihat pasangan
yang tidak “sepadan”. Artinya, ada
yang isrtinya baik, saleha, rajin,
keibuan dan sabar. Malah mendapat
suami kasar, brutal, pemabuk dan
tak segan memukul. Begitu juga
kebalikannya, seorang suami yang
taat, penyabar, tekun dan rajin
malah mendapat istri yang norak,
egois, suka selingkuh dan tidak
pandai memasak.

Apa ada yang salah dengan kalimat
di atas? Ternyata tidak juga. Kita
ternyata mengartikan frasa “wanita
baik-baik” atau frasa “pria baik-
baik” dengan standart kasat mata
kita. Sementara, untuk ukuran baik
itu sangat relatif. Baik versi
manusia tentu berbeda dengan baik
versi Sang Pencipta.

Sabtu, 15 Januari 2011

6 NASEHAT UTAMA IMAM AL-GHAZALI

Suatu hari, Imam Al Ghozali
berkumpul dengan murid-muridnya.
Lalu sang Imam bertanya :

1. “Apa yang paling dekat dengan
diri kita di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Orang
tua, guru, kawan dan sahabatnya”.
Imam Ghozali menjelaskan, “Semua
jawaban itu benar. Tapi yang paling
dekat dengan kita adalah “MATI”.
Sebab itu memang janji Allah SWT
bahwa setiap yang bernyawa pasti
akan mati (Ali Imran 185).

2. “Apa yang paling jauh dari diri
kita di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Negeri
China, bulan, matahari dan bintang-
gemintang ”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan
Bahwa semua jawaban itu benar.
Tapi yang
paling benar adalah “MASA LALU”.
Walau dengan cara apapun kita
tidak
dapat kembali ke masa lalu. Oleh
sebab itu kita harus menjaga hari
ini
dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai
dengan
ajaran Agama.

3. “Apa yang paling besar di dunia
ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Gunung,
bumi, matahari”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan
Bahwa semua jawaban itu
benar.Tapi yang
paling benar adalah “NAFSU” (Al
A`raf 179). Maka kita harus
berhat-hati dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu kita membawa
kita
ke neraka.

4. “Apa yang paling berat di dunia
ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Besi,
gajah”.
Semua jawaban itu benar. Tapi yang
paling berat adalah “MEMEGANG
AMANAH” (Al Ahzab:72). Tumbuh-
tumbuhan, binatang, gunung dan
malaikat
semua tidak mampu ketika Allah
SWT meminta mereka untuk menjadi
khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya
menyanggupi permintaan Allah tsb.,
sehingga banyak dari manusia
masuk
ke neraka karena tidak dapat
memegang amanahnya.

5. “Apa yang paling ringan di
dunia ?”.
Ada yang menjawab: “Kapas, angin,
debu dan dedaunan”.
Semua itu benar, kata Imam Ghozali,
tapi yang paling ringan di dunia
ini adalah meninggalkan sholat.
Gara-gara pekerjaan kita
meninggalkan
sholat, gara-gara bermusyawarah
kita meninggalkan sholat.

6. “Apakah yang paling tajam di
dunia ?”.
Murid-muridnya menjawab serentak:
“ Pedang !”.
Imam Ghozali membenarkan, tapi
yang paling tajam adalah “Lidah
Manusia”. Karena melalui lidahnya,
manusia selalu melukai dan
menyakiti hati saudaranya sendiri

Rabu, 12 Januari 2011

Pergaulan Pria dan Wanita


Manusia diciptakan Allah swt dalam
bentuk yang sempurna, berupa
jasad, ruh, akal dan juga naluri.
Salah satunya adalah naluri seksual
(gharizah an-na ’u), naluri ini
bertujuan agar manusia
berkembang dan tidak putus
keturunannya. Agar kehidupan ini
berjalan dengan nyaman maka Islam
mengatur penyaluran naluri seksual
ini melalui jenjang pernikahan,
untuk menuju jenjang pernikahan
dikenal beberapa tahapan dalam
Islam:

~> Berkenalan (ta’aruf).

Saat berkenalan maka wanita harus
didampingi oleh mahramnya. Mahram
adalah orang yang tidak boleh
kawin dengan wanita tersebut
seperti: Bapak, kakek, adik/kakak
laki dan paman (ada 12 macam
mahram yang tertera dalan An-Nur
31).

~> Melamar (khitbah).

Setelah seorang wanita di lamar
maka tidak boleh ada laki-laki lain
melamar sang wanita, kecuali
lamaran telah dibatalkan.

~> Menikah (aqad nikah).

Wanita harus didampingi oleh
walinya (bapak atau jika bapak
meninggal maka digantikan oleh
kakak/adik laki-laki).

~> Pesta nikah (walimah ‘urusy).

Ini merupakan sunnah, tujuannya
mengumumkan ke khalayak ramai
bahwa pasangan ini telah menikah,
sehingga jika mereka berduaan
tidak akan timbul fitnah.

Dengan demikian tidak di kenal di
dalam Islam istilah “pacaran” yakni
laki-laki dan wanita melakukan
hubungan (interaksi) untuk saling
mengenal sifat dan karakter
masing-masing sebelum memasuki
jenjang pernikahan. Pacaran
diharamkan di dalam Islam karena
dikenai hukum khalwat (laki-laki dan
wanita berduaan tanpa mahram).

Sabtu, 01 Januari 2011

Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya PenuhCinta

Oleh Abu Fajri Aswaja

Wahai orang-orang yang terpejam
matanya, perkenankanlah kami
manusia-manusia malam menuliskan
sebuah surat cinta kepadamu. Seperti
halnya cinta kami pada waktu malam-
malam yang kami rajut di sepertiga
terakhir. Atau seperti cinta kami pada
keagungan dan rahasiaNya yang
penuh pesona. Kami tahu dirimu
bersusah payah lepas tengah hari
berharap intan dan mutiara dunia.
Namun kami tak perlu bersusah payah.
Sebab malam-malam kami berhiaskan
intan dan mutiara dari surga.
Wahai orang-orang yang terlelap,
sungguh nikmat malam-malammu,
gelapnya yang pekat membuat matamu
tak mampu melihat energi cahaya yang
tersembunyi di baliknya. Sunyi
senyapnya membuat dirimu hanyut tak
menghiraukan seruan cinta. Dinginnya
yang merasuk semakin membuat dirimu
terlena, menikmati tidurmu diatas
pembaringan yang empuk, bermesraan
dengan bantal dan gulingmu, bergeliat
manja di balik selimutmu yang demikan
hangatnya.
Wahai orang-orang yang terlena,
ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!
Yang setiap malam terpejam matanya,
yang terlelap pulas tak terkira. Atau
yang terlena oleh suasananya yang
begitu menggoda. Kami tidak sepeti
dirimu!! kami adalah para perindu
kamar di surga. Tak pernahkah kau
dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah
SAW bersabda: "sesungguhnya di
surga itu ada kamar yang sisi luarnya
terlihat dari dalam dan sisi dalamnya
terlihat dari luar. Disediakan untuk
mereka yang memberi makan orang-
orang yang memerlukan, menyebarkan
salam serta mendirikan sholat pada
saat manusia terlelap dalam tidur
malam." itulah sebuah kamar yang
menakjubkan bagi kami dan orang-
orang yang mendirikan sholat pada
saat manusia-manusia yang lain
tertutup mata dan hatinya.

Selasa, 21 Desember 2010

Satu Ciuman Sejuta Bahayanya !

Ini bumbu dalam pacaran remaja.
Tapi, ngeh nggak kamu ancaman di
balik aksi itu? Selain dosa, juga
membahayakan kesehatan. Bagi para
aktivis pacaran, tanpa ciuman ibarat
ibarat sayur tanpa garam. Bahkan
sebagian lagi menganggap, bahwa
ciuman adalah bagian budaya kita di
era globalisasi ini. Ciuman adalah
salah satu ciri dalan kehidupan
modern, tanda kemajuan jaman.
Yang tidak ciuman, khususnya para
remaja, dibilang kuno bin kolot,
bahkan ketinggalan jaman.
Coba saja amati, saat peresmian
suatu acara atau bangunan, atau
penganugerahan satu gelar atau
penghargaan, bisa kita lihat ciuman
selalu mengiringi ucapan selamat.?
Yang ngerjain nggak cuma kalangan
selebritis, tapi pejabat juga
mengamalkannya. Kalau dulu ciuman
hanya antara wanita, maka
sekarang antar lain jenis pun
dilaksanakan, dan dipublikasikan
secara terbuka.? Nggak heran di
televisi apalagi layar lebar, adegan
ciuman pasti ditemui dan seolah
sudah menjadi suatu kebiasaan,
layaknya tegur sapa bila bertemu
dengan kenalan.? Justru aneh bila
ada sinetron atau tayangan lainnya
yang sepi bahkan tidak ada ada
adegan ciumannya.? Yah, begitulah
kenyataan yang ada di sekitar kita.
Ciuman sudah bukan hal tabu, tapi
sudah jadi tradisi dan merakyat,
sehingga bisa kita temui dimana saja
dan kapan saja.? Tidak hanya
adegan TV, tapi juga di tempat-
tempat umum.
Nah, sobat muda, benar nggak sih
kalo kita nganggap aktivitas ciuman
sah-sah saja, bumbu penyedap
pergaulan?? Mau tahu
jawabannya?? Terusin dulu
membaca tulisan ini sampai tuntas.?
OK?
Sejuta Resenye, Sejute
Resikonye
Ketika seseorang berciuman, maka
bagian tubuh yang terlibat dalam
aktivitas ini adalah wajah dan
rongga mulut, mulai dari hidung, bibir
dan juga rongga dalam mulut.? Nah,
mulut punya kedudukan khusus
berkaitan dengan masalah
kesehatan? Salah satu hal yang
harus diwaspadai dari mulut adalah
predikat mulut sebagai port d ’
entre.? Ini artinya adalah pintu
masuk.? Buat siapa? Buat kuman,
saudara-saudara! Jadi, mulut disini
menjadi salah satu pintu masuknya
kuman, baik dari luar ke dalam tubuh
maupun dari dalam tubuh keluar.?
Gampangnya, mulut inilah yang
menjadi sarana lalu lintas kuman.?
Demikian pula halnya dengan
hidung.? Udara yang keluar masuk
hidung, bisa menjadi kendaraan bagi
kuman untuk berkelana dari dan
keluar tubuh.? Ada kuman-kuman
tertentu yang punya singgasana di
rongga mulut, di bagian selaput
lendir rongga mulut (mukosa) atau di
air ludah(saliva), yang akan ikut
terlontar keluar ketika bersin atau
batuk.? Ada juga kuman yang
berada di saluran pernafasan, yang
bisa terlontar keluar melalui udara
pernafasan.? Jadi kalau deket-
deketan, gampang deh kuman itu
bermigrasi alias pindah tempat ke
luar tubuh.
Bila terjadi ciuman, maka
dimungkinkan terjadi perpindahan
kuman dari mulut dan hidung yang
satu ke mulut dan hidung
pasangannya.? Atau dengan kata
lain, terjadi perpindahan kuman
kepada orang lain.? Boleh jadi,
yang terjadi adalah kuman saling
berpindah tempat.? Bila ada kuman
masuk ke dalam tubuh seseorang,
maka terjadilah resiko untuk
terjangkit satu penyakit tertentu.?
Coba bayangkan jika ternyata
pasangan yang berciuman tadi
mengidap berbagai macam penyakit
yang bisa ditularkan melalui mulut
atau hidung.? Pasangannya akan
tertular penyakit yang dideritanya.?
Jadi terjadi proses penularan
penyakit.? Lebih jauh lagi,
pasangan akan mengidap penyakit
yang ditularkan tadi. Nah, masih
percaya ciuman itu sehat?
Lagian, siapa yang bisa menjamin
bahwa pasangan kita benar-benar
sehat dan tidak menderita sakit??
Perlu diketahui, bahwa banyak
orang yang nampak sehat, tapi
penuh kuman.? Di dalam kesehatan
ada orang yang dikenal sebagai
carier alias pembawa penyakit.? Si
carier ini secara fisik dia sehat,
tidak menampakkan gejala-gejala
penyakit, dan juga tidak mempunyai
keluhan-keluhan tertentu. Tetapi,
dengan pemeriksaan laboratorium,
dapat diketahui, bahwa sebenarnya
dia mengidap penyakit tertentu dan
masih ada kuman yang bersarang di
dalam tubuhnya.? Barangkali kalian
pernah punya teman, yang
nampaknya sehat-sehat saja, tapi
pas diperiksa di laboratorium baru
ketahuan, ternyata dia mengidap
satu penyakit tertentu.? Coba,
bagaimana kalau pasangan yang
pacaran adalah pembawa penyakit
tertentu. Masihkah berani bilang
aman?
Ada banyak penyakit yang bisa
ditularkan meelalui hidung dan mulut.
Mulai yang ringan seperti influenza
alias batuk pilek, hingga penyakit
masa kini yang belum ketemu
obatnya, yaitu AIDS.? Ini di
antaranya:
ISPA: Infeksi saluran pernafasan
akut, seperti influenza, batuk pilek,
radang tenggorokan.
HERPES SIMPLEKS LABIALIS:
infeksi oleh virus herpes yang
menyerang bibir
TBC: Batuk darah, penyakit yang
menyerang paru-paru
Hepatitis: radang hati atau
penyakit kuning
Thyfoid:penyakit tyfus, infeksi
pada usus halus
AIDS:penyakit yang ditandai dengan
penurunan kekebalan tubuh
Apa tidak syeremm.? Bayangkan
kalau kalian tidak menyadari ada
kuman yang masuk ke dalam tubuh
kalian dan tertular penyakit
tertentu.? Aduh, jangan sampai
deh.? Jadi ingat, bahwa ciuman itu
banyak resikonye……
Islam & Ciuman
Dari uraian di atas kita bisa menilai
resiko berciuman. Bahwa ternyata,
ada resiko yang siap menanti di
belakang hari.? Dengan kata lain,
kalau kita mengkampanyekan
aktivitas ciuman tadi,? sama saja
mengajak untuk mendapat masalah
dalam hal kesehatan, alias
kampanye untuk sakit!
Itu baru dari sudut kesehatan.? Ada
aspek lain yang harus jadi
pertimbangan.? Malah inilah yang
harus dijadikan sebagai standar
dalam menentukan sesuatu.? Apa
itu?? Pandangan Islam terhadap
suatu masalah tertentu, dalam hal ini
adalah ciuman. Sebagai seorang
muslim, tentu kita harus cermat
dalam menilai suatu perbuatan yang
akan kita lakukan.? Karena di dalam
Islam segala aktivitas harus
didasarkan kepada aturan-aturan
yang sudah ditetapkan oleh Sang
Khaliq yaitu Allah SWT.? Supaya kita
tidak salah menentukan sikap.
Islam sudah memililki aturan tentang
pergaulan antar manusia yang
berjenis laki-laki dan perempuan.?
Kalau kamu sedang melaju di jalan
raya mengendarai sepeda motor
misalnya, kamu harus
memperhatikan aturan lalu lintas
supaya tidak merugikan diri sendiri
maupun orang lain, juga tidak kena
tilang pak polisi.? Demikian juga
perjalananmu dalam pergaulan
dengan teman sebayamu.? Dalam Al
Qur’an Surat Al A’raf ayat 32 Allah
SWT berfirman yang artinya:
“ Janganlah kamu mendekati
zina…….”.? Mendekati zina saja
tidak boleh, apalagi melakukannya.?
Itu yang bisa kita tangkap dari
perimngatan Allah SWT.? Dengan
kata lain, hal-hal atau aktivitas
yang mendekatkan atau bisa
menjerumuskan, atau menggoda kita
ke arah zina adalah juga terlarang
alias haram.? Nah, salah satu hal
yang berpotensi untuk
menghantarkan ke arah maksiat tadi
adalah aktivitas ciuman.? Nggak
heran kalau kemudian Aa Gym
berkomentar bahwa judul film BCG
tadi sama saja dengan Buruan Zinahi
gue.? Islam telah mengatur
bagaimana lak-laki dan perempuan
menjaga pergaulannya. Mereka
harus saling menundukkan
pandangan, tidak boleh berdua-
duaan tanpa mahrom. Dan tentu saja
berciuman adalah hal yang dilarang
oleh Islam bila belum? sah sebagai
suami-istri.
Tapi ada juga lho ciuman yang tidak
terlarang dalam agama kita,
tentunya bila udah resmi jadi suami-
istri, karena untuk berjalan ke
jenjang tersebut diperlukan suatu
process ‘keridho-an’ antara
keduanya, untuk bisa menerima
kelebihan dan kekurangan masing-
masing (termasuk juga penyakit
masing-masing kalo ada).
Selain ciuman antara laki-laki dan
perempuan yang bukan mahromnya,
ciuman antara keluarga atau yang
masih mahromnyapun kudu di jaga,
perhatikan kesehatannya sebelum
mencium, lebih baik mencium di dahi/
keningnya untuk cari aman. Biasanya
kita suka? gemes sama anak kecil,
trus jadi pengen menciumnya,
jangan sampai kegemesan
menjadikan kita lupa untuk menjaga
kesehatan.
Nah, rekan sobat muda, Jelaslah kini
bagaimana aktivitas ciuman dari
sudut pandang kesehatan maupun
aturan Islam.? Kesimpulannya, kalau
ingin sehat dan selamat dunia
akhirat, tinggalkan ciuman yang
terlarang.? Mari hidup sehat sesuai
dengan? syariat.

Senin, 13 Desember 2010

Cukup 2 Rakaat Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar ra. berkata:
ada sekelompok sahabat Rasulullah
berkata, "Wahai Rasulullah, orang-
orang kaya telah memborong pahala.
Mereka shalat sebagaimana kami
shalat, mereka berpuasa
sebagaimana kami berpuasa, namun
mereka dapat bersedekah dengan
kelebihan hartanya."
Beliau bersabda,"Bukankah Allah
menjadikan bagi kalian apa-apa
yang dapat kalian sedekahkan?
Sesungguhnya pada setiap tasbih
ada sedekah, pada setiap tahmid
ada sedekah dan pada setiap tahlil
ada sedekah, menyuruh kepada
kebaikan adalah sedekah, dan
mendatangi istrimu juga sedekah."
Mereka bertanya,"Wahai Rasulullah,
apakah jika seorang memenuhi
kebutuhan syahwatnya itu pun juga
mendapatkan pahala?"

Selasa, 07 Desember 2010

Sebarkan Salam

Dari
Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda,Hak seorang
muslim atas muslim lainnya
ada enam:
1. Apabila engkau bertemu
seorang muslim hendaklah
memberi salam kepadanya
2. Apabila ia mengundangmu
hendaklah engkau jawab
undangannya
3. Apabila ia minta nasehat,
berilah nasehat
4. Apabila ia bersin dan
mengucapkan alhamdulillah
maka doakanlah ia
5. Apabila ia sakit hendaklah
engkau jenguk
6. apabila ia meninggal,
hendaklah engkau antar
jenazahnya
(HR. Muslim)
MEMBERI SALAM
1. Hukum memulai
salam.
Kalian tidak masuk surga
sehingga kalian beriman,
dan kalian tidak beriman
sehingga kalian saling
mencintai. Maukah
kuberitahukan sesuatu
kepada kalian, jika
mengerjakannya kalian
saling mencintai.
Sebarkanlah salam. (HR.
Muslim)
“Sebagian ulama
menjelaskan (semisal Syaikh
Utsaimin dalam kitab
Syarah Riyadhus
Sholihin) bahwa hukum
memulai salam itu sunnah
artinya sebuah perintah
atau anjuran yang
mengandung keutamaan
namun tidak mencapai
tingkat wajib. Maksudnya,
jika memulainya tidak
mengapa ketika melihat
adanya kemaslahatan dan
ini lebih utama. Contohnya,
ketika menerima atau
mengangkat telepon dari
seseorang Namun, tidak
memberi salam juga tidak
mengapa jika memang
kemaslahatannya demikian
seperti tiga contoh berikut”.
a). Janganlah mengucapkan
salam ketika sahabat anda
berada di WC karena WC
adalah tempat kotor yang
tidak pantas bagi seorang
muslim untuk bercakap-
cakap di dalamnya apalagi
memulai dan membalas
salam. Sebagaimana yang
dikatakan Ibnul Qoyyim
dalam kitab Zadul Ma’ad
bahwa Allah ta’ala membenci
percakapan dalam WC atau
kamar mandi.

Sabtu, 27 November 2010

LELAKI PILIHAN

ehemm ... Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam. Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan "jempolan". Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.

Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, "... dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu ..." (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang 'lebih' dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya.

Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.

Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar," Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?" Beliau menjawab, "Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia." (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)

Imam Asy Syaukani mengatakan, "orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya" dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas'ud dan kalangan tabi'in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: "Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya."

Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.

Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang ...ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya. (bay/beberapa sumber)



PACARAN

BETULKAH DALAM ISLAM ADA YANG NAMANYA PACARAN????

"Pacaran" adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan "pacaran" itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?

Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.

Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta’aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.

Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara". Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?

    1. Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.
    2. Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.
    3. Saling mendo’akan.

Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.

Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na’udzubillaahi min dzalik.

Oleh karena itu, hendaklah kita :

  1. Menundukan pandangan.
  2. "Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : "Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis."

  3. Jangan berduaan dengan lawan jenis.
  4. "Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan."

  5. Memperbanyak shaum sunat

Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.

Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah "Janganlah kamu dekati zina".

Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na’udzubillaahi min dzalik.

dari mediakita.cjb.net



Ukhti... Bolehkan Kumeminta Fotomu?

khti,... sebelum tiba ke dalam gerbang pernikahan biasanya engkau akan mengalami ihwal melihat calon pasanganmu. Baik si dia maupun engkau masing-masing ingin tahu lebih banyak tentang calon yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dan..., memang itu tidak salah bahkan Islam menganjurkan agar calon suami ukhti melihat dirimu, karena agama kita ini adalah agama yang hanif yang tidak memuat kecurangan ataupun membuat rugi pemeluknya, maka engkau akan melihat betapa sempurnanya dienmu ini.

Bila masa itu tiba, dan engkau ingin dilihat olehnya, maka persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya biarkan ia melihatmu, jangan engkau tutupi segala kekurangan yang ada padamu karena itu akan membawa penyesalan nantinya. Adapun kelebihan yang ada pada dirimu maka pertahankanlah, jadilah dirimu sendiri, inilah aku apa adanya, semoga engkau menjadi suka padaku karena Allah semata.

Tapi terkadang diantara engkau ya ukhti..., dihadang pada suatu masalah ketika calonmu jauh darimu sehingga ia tidak bisa melihatmu secara langsung. Maka ia akan meminta foto dirimu. Agar bisa melihatmu dengan lebih dekat dan lebih pribadi. Atau terkadang diantara calon yang ingin melamarmu walaupun sudah melihatmu tapi masih juga menginginkan foto dirimu, maka apa yang akan engkau lakukan?

Ketika calonmu mengatakan, Ya ukhti, bolehkah aku meminta fotomu?

Tunggu dulu jangan engkau beri jawaban, iya.... karena dengan alasan ia ingin menikahimu maka engkau begitu mudah untuk memberikannya. Bagaimana kalau ia tidak jadi menikahimu? Bisakah engkau meminta fotomu kembali? Apakah engkau yakin ia bisa menjaga amanah untuk tidak memperlihatkan fotomu kepada orang lain selain kedua orang tuanya? Ah, mungkin kau berfikiran... inikan hanya sebuah foto! Masalah kecil... Coba baca keterangan ulama tentang masalah ini agar hatimu tenang dan engkau tidak membuat kesalahan yang fatal.

Ukhti muslimah, sebelum aku menjelaskannya kepadamu..., maka wajib bagimu untuk mengetahui secara detail tentang hukum memandang ini (nazhar). Berangkat dari sebuah hadits mulia yang disampaikan oleh sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini, siapa lagi kalau bukan beliau Nabi kita Muhammad SAW bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang wanita sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya." (HR. Ahmad dan Abu Daud dengan sanad hasan dan dishahihkan oleh Al-Hakim dari hadits Jabir Radhiyallahu anhu).
Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah dari Mughirah bin Syu’bah bahwasanya ia melamar seorang wanita maka Rasulullah bersabda: "Lihatlah ia karena itu lebih melekatkan kalian berdua."

Dan, diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah ra bahwasanya seorang pria melamar seorang wanita, lalu beliau bertanya, "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia berkata: "Belum". Beliau bersabda, "Pergilah dan lihatlah ia."

Dari hadits-hadits diatas dapat kita fahami bahwa islam mensyariatkan calon suami untuk melihat wanita yang akan dinikahinya. Karena sungguh faidahnya yang besar yaitu akan membawa kepada kedekatan diantara kedua belah pihak. Masing-masing akan tahu kelebihan dan kekurangan calon pasangannya.

Tentang masalah memandang ini maka engkau akan dapati perbedaan pendapat dikalangan ulama. Menurut jumhur ulama, "Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang dilamarnya, akan tetapi mereka tidak diperbolehkan melihat kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya." Sedangkan Al-Auza’i mengatakan: "Boleh melihat pada bagian bagian yang dikehendaki, kecuali aurat." Adapun Ibnu Hazm mengatakan: "Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang hendak dilamarnya." Bersumber dari Imam Ahmad, terdapat tiga riwayat mengenai hal lain. Pertama, seperti yang diungkapkan jumhur ulama. Kedua, melihat apa-apa yang biasa terlihat. Ketiga, melihatnya dalam keadaan tidak mengenakan tabir penutup (jilbab).

Jumhur ulama juga berpendapat: "Diperbolehkan melihatnya, jika ia menghendaki tanpa harus minta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamarnya (secara sembunyi-sembunyi)." Adapun menurut Imam Malik, dari sebuah riwayat bahwa beliau mensyaratkan adanya izin dari wanita tersebut.

Setelah engkau mengetahui dalil tentang hukum memandang (nazhar) yang akan dipinang maka kita kembali kemasalah diatas, yaitu ketika ia berusaha untuk meminta foto dirimu, dengan berbagai alasan yang dia ungkapkan kepadamu agar engkau memberikannya.

Ya, mungkin hati kecilmu akan mengatakan hanya sebuah foto, tidak apa-apa! Mungkin engkau telah siap memasukkannya dalam sebuah amplop untuk diberikan kepadanya, foto terbaik yang ada padamu atau bila engkau sama sekali tidak memilikinya maka engkau mungkin akan beranjak pergi ke studio foto agar mereka bisa mengambil gambarmu...

Baiklah, ukhti muslimah saudaraku fillah, mari kita simak fatwa dari ulama kita tentang masalah ini, sungguh aku berharap kepadamu setelah engkau mengetahuinya maka engkau akan berubah fikiran. Inilah jawaban beliau dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya (semoga Allah merahmatinya). Ada seorang lelaki yang bertanya kepada Syaikh Utsaimin, "Apakah aku boleh meminta foto wanita yang aku pinang untuk dilihat?"
Maka beliau menjawab: TIDAK BOLEH, karena beberapa sebab:
1. Kemungkinan foto tersebut akan disimpan oleh pelamar, meski ia tidak jadi menikah.
2. Foto tersebut tidak bisa mewakili keadaan orang yang sebenarnya, karena terkadang rupa yang bagus menjadi jelek atau sebaliknya (menjadi bagus) disebabkan foto.
3. Tidak pantas bagi seorangpun untuk memberikan peluang kepada orang lain mengambil foto salah satu anggota keluarganya, baik anak wanita, saudara wanita atau yang lain. Hal tersebut tidak boleh karena megandung fitnah. Boleh jadi foto tersebut jatuh ketangan orang-orang yang fasik, sehingga anak-anak wanita kita akan menjadi bahan tontonan. Jika ia berwajah cantik ia menjadi fitnah bagi banyak orang, namun jika ia berparas kurang rupawan maka ia akan menjadi bahan cercaan orang. (Fatwa Ibnu Utsaimin 20/810).
Jelaslah sudah nasehat yang disampaikan ulama kepada kita, semuanya untuk kemaslahatan kita, para muslimah agar terhindar dari fitnah. Karena itu, bila calonmu meminta fotomu maka kini engkau telah tahu jawabannya. Semoga engkau tidak tertipu oleh bujuk rayunya. Jadilah wanita mulia yang terhormat. Sungguh bila engkau perhatikan, hanya dienmu ini (Islam) yang mengangkat derajatmu dan memuliakan dirimu.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, para istrinya dan keluarga serta sahabatnya hingga hari akhir. Wallahu ‘alam bish-shawwab.

Apa Makna Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Paling Bengkok?

Pertanyaan:Disebutkan dalam sebuah hadits, “Berbuat baiklah kepada wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas,” dst. Mohon penjelasan makna hadits dan makna ‘tulang rusuk yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas’?

Jawaban:Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di masing masing kitab Shahih mereka, dari Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”

Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.

Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, pasti dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.

“Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).” (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)

Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.

Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia berilmu dan bertaqwa, karena nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Qs. An-Najm:4)

Sumber:Majmu Fatawa wa Maqadat Mutanawwi’ah juz 5 hall 300-301, Syaikh Ibn Baaz Fatwa fatwa Terkini Jilid 1 Bab Perlakuan Terhadap Istri penerbit Darul Haq***Artikel muslimah.or.id

14 Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak

Seperti apakah ketika nabi muhammad mendidik anak-anaknya kala itu?

Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anak dapat di gambarkan di bawah ini:

1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

2. Ketika ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak ja’far. Ketika mereka dating, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.

3. “Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada beritayang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja’far dan kawan-kawanya?” Beliau menjawab, “Ya benar, mereka hari di timpa musibah.” Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, “janganlah kalian melupakan keluarga ja’far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja’far.”

4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.

5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”

6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan di putuskan anak yang sedang kencing, buarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.” Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

7. Ummu Kholid binti kho;id bin sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!

8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).”

9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .

10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah perna lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesah-gesah sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma

11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia. Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.

12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, “Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang.”

13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.

14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. “Lalu ibuku kawih lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.l” Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan. Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap di pelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat.



SURAT CINTA UNTUK KEKASIH SEJATIKU

Bismillahirrohmanirrohiim..surat ini ku persembahkan untuk kekasih sejatiku..kekasihku, ku mohon terimalah surat ini, dengarkanlah suara hatiku terdalam yang ku tuliskan lewat surat ini.

Duhai kekasih sejatiku tercinta,Wahai kekasih sejatiku terkasih..Tuhanku semesta alam.. pemilik jiwa ragaku..yang menggenggam hati ini.. ALLOH SUBHANAHUWATA'ALA..

Ya Alloh.. ku tuliskan surat cinta ini sebagai ungkapan atas apa yang ku rasa padaMU..Ya Alloh.. sungguh ku bersyukur menjadi hambaMU, menjadi Islam, dan memiliki tauladan seorang kekasihMU yg mulia,,Muhammad SAW..Sungguh ku bersyukur memiliki Al Quranul kariim, cahayaMU, kalimatMU yang sangat menenangkanku, menghibur di saat gundahku, dan menjadi penuntunku hingga hari tersulitku kelak.. hari dimana catatan hidupku di dunia akan dibuka dan diperhitungkan..Ya Alloh..Entah apa jadinya diriku ini jika aku bukan Islam dan tidak mengenal Islam..Ya Alloh,,Entah apa jadinya diriku ini tanpa adanya belas kasih dan maghfirahMU.. sungguh meruginya aku.

Ya Alloh yang Maha Mengerti..Sungguh ku bersyukur diriku terlahir Islam, dan berkat kasihMU hingga saat ini namaMU pun masih selalu terukir di hatiku.. dan ku harap akan selamanya hingga tak ada nafasku.

tapi ya Alloh,, sungguh akupun sering mempertanyakan diri ini, hati, jiwa, dan raga ini, "apakah memang dirimu sudah benar2 Islam? apakah benar Alloh selalu di hatimu? Apakah benar Alloh adalah kekasih sejatimu? apakah kau jujur dan tulus mengatakan kau mencintaiNYA?"

kemudian sering terlintas pertanyaan yang sungguh membuat hatiku tersayat sayat.."apa buktinya bahwa kau sungguh seorang Islam, apa buktinya kau adalah hamba yang sungguh mencintaiNYA, dan apakah Alloh sudah menerima cintaMu dan meridhoimu sebagai kekasihNYA?"

Ya Alloh,,sungguh aku takut, aku malu..nyatanya diriku memang lebih sering mengkhianatiMU,diriku terlalu sering lupa akan adanya Engkau di hidupku..terlalu sering berubah lagi menjadi lalai, setelah bertekad akan bersungguh2 menjadi lebih baik dalam melakukan segala hal yang Engkau cinta dan tidak melakukan yang Kau benci..

Ya Alloh, aku sungguh lalai menjagaMU, mungkin karna kecongkakan dan lemahku.Ya Alloh, aku sering mengkambing hitamkan syaitan padahal memang semua karna kelemahanku..Ya Alloh,,sungguh kini aku menyadarinya,aku mungkin belum pantas mengakui cinta kepadaMU tanpa ada pembuktian yang nyata..

Duhai kekasihku,,ku sering teringat dengan firmanMU dalam sebuah hadits,Rosululloh saw. bersabda, "Alloh berfirman, 'Aku heran denganmu wahai anak Adam, Aku yang telah menciptakanmu tapi engkau menyembah selain Aku. Aku yang memberimu rezeki tapi engkau bersyukur kepada selain Aku. Aku perlihatkan rasa cintaKu kepadamu dengan memberi nikmat---padahal Aku tidak membutuhkanmu---tapi engkau perlihatkan rasa bencimu kepadaKu dengan melakukan maksiat, padahal engkau membutuhkanku. Kebaikanku senantiasa turun kepadamu tapi keburukanmu senantiasa naik kepadaku'"

Ya Alloh.. sungguh sedih hati ini mengetahui curahan hatiMu tersebut..membuat air mataku mulai menari-nari di pipi..dan scepat kilat hati pun terasa basah karna isak tangisku.Ya Alloh aku takut akan pedihnya siksaMU..Ya Allohu robbi,, Allohu goffar.. ku mohon ampunilah aku..Wahai cinta sejatiku, kekasih hatiku, harapanku,..terimalah maaf dariku..Astaghfirullohal'adziim..Astaghfirullohal'adziim..Astaghfirullohal'adziim..

Banyak pendosa, termasuk diriku..ketika diingatkan agar berhenti dari maksiatnya,serta merta menjawab bahwa Alloh SWT itu Maha Pengasih dan Penyayang.Padahal, selain memiliki sifat tersebut, Engkau juga memiliki sifat Mahakeras azab-Nya..Ya Alloh sungguh sangat takut diri ini,saat firmanMu yang tertulis dalam QS. Al Maidah: 98 mengingatkanku..

Ya Alloh ya Rohman,izinkanlah aku perbaiki semua sebelum waktuku berjumpa denganMU tiba.

Duhai kekasih sejatiku,Sungguh betapa aku malu atas semua yg Kau beri,padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa..Entah mungkin karna ku terlena, sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali.. ya Alloh betapa tak ada apa2nya aku di hadapanMU..YA Alloh,, Hanya Engkaulah cinta sejatiku,,takkan ada lagi illah selainMU..

Ya Alloh ya Rohiim..pemilik cinta dari segala cinta..Aku sadar kini, mencintai manusia bisa menimbulkan kekecewaan teramat dalam..mencinta manusia khususnya lawan jenis di luar ikatan suci adalah sebuah kesia-siaan..Kini, lebih baik mereka membenciku daripada kau membenciku karna hatiku ternodai, dan cinta untukMu secara tak sadar sudah ku khianati...Kini ku sadar, mencintaiMu memang tidak pernah ada kekecewaan..karna aku yakin Kau selalu membalas cinta hambaMu..

Ya Alloh,,meski tak pantas,tapi aku ingin selalu berusaha mencintaiMU setulusnya,sebenar2 aku cinta,.Aku ingin mendekatiMU selamanya, sehina apapun diriku.. Ku berharap untuk bertemu denganMU ya Robbi..

Ya Alloh,,meski dosaku terlalu banyak,,namun aku tak akan lelah memohon ampunanMU, karna Kau selalu memotivasiku dalam firmanMU,"Wahai anak Adam selama engkau berdosa dan berharap kepadaKu, niscaya Aku ampuni segala dosamu yang telah lalu dan Aku tidak perdulikan lagi. Wahai anak Adam jikalau dosamu membumbung setinggi langit lalu engkau meminta ampunanKU, pasti engkau Ku ampuni. Wahai anak Adam, andai engkau datang kpd-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau bertemuKu dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku sedikitpun, pasti Aku mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula."

Subhanalloh walhamdulillah walaailaahaillalloh wallohuakbar..sungguh Maha Luasnya ampunanMU itu...

ya Alloh subhanahuwata'ala..kekasih sejatiku..dalam sujud panjangku di hening malammu..Ku memohon ampunanMU, terimalah cintaku ya Tuhanku.. Jangan biarkan ku berpaling lagi dariMu dan janganlah Engkau palingkan wajahMU dariku.karna tak ada daya dan upayaku tanpa kasih sayangMU di hidupku..tak ada artinya hidupku jika taubatku tak mendapat ridho dariMU..DUHAI KEKASIH SEJATIKU..