Custom Glitter Text
Banyoe Mili = Air mengalir (sungai) adalah aliran kehendak ALLAH. Kita yang berperahu di atas sungai dan mengikuti alirannya adalah mengikuti kehendak ALLAH. Apapun yang kita lakukan di atas perahu adalah berpengaruh untuk kita tapi tidak merubah aliran air. Aliran air sungai selalu ke bawah bermakna penurunan kuantitas umur dan kekuatan fisik. Aliran sungai ke laut bermakna kematian dan kembali kepada kumpulan spirit atau keharibaanNya. Ikhtiar manusia tidak memberi bekas kepada kekuasaan dan kehendak Allah SWT (Al Hadist). Ikhtiar manusia hanyalah memberi nilai untuk manusia itu sendiri. Pada dasarnya ikhtiar manusia merupakan bagian yang integral dari kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Wallahua'lam
Tampilkan postingan dengan label Gaul Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaul Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

Fadilah Shalat Dhuha


Status sunnah sholat dhuha tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik:

PERTAMA:

Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi ditubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi – sendi tersebut.

“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya:” Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya? ” Rasulullah SAW menjelaskan: “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka’at, dapat menggantikannya” ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud )

KEDUA:

Sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi.

Rasulullah SAW bersabda, ” Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka’at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).

Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

KETIGA:

Sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya,

“Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka’at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (H.R.al-Baihaqi)

KEEMPAT:

Bagi orang yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda,

“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan

Jadi apakah dengan meluangkan waktu +/- 7 menit disela-sela kesibukan duniawi, kita merasa rugi karenanya?

Sumber : Renungan dan Kisah Inspiratif

Yuk sama2 belajar bwat rutin shalat dhuha yuk..

Meluangkan beberapa waktu untuk berterima kasih kepada Allah atas semua karunia yang telah diberikanNya....^_^

Minggu, 13 Maret 2011

Berguru Pada Air (Hikmah dari Tsunami)


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, dan silih
bergantinya malam dan
siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang berfikir ”, (QS. Al-Imron: 190)

Air adalah satu dari empat unsur alam yang
tersedia dalam
kehidupan, selain
daripada api, angin dan udara. Air merupakan
bagian terbesar dari alam
yang memang Tuhan sediakan bagi manusia,
sebagai contoh kecil adalah untuk minum, mandi, mengairi sawah
dan lain sebagainya.
Diluar dari penggunaan
air yang senantiasa
manusia gunakan, ada secercah filosofis
kehidupan yang mau tidak mau, sadar atau
tidak disadari ia ada dan
mampu menjadi
gambaran bagaimana
menghadapi kehidupan.

Pertama, Air senantiasa
“Ikhlas”, kita lihat bahwa air tidak pernah membeda-bedakan ia
boleh diminum siapa saja, tanpa memandang
ras, suku atau warna kulit. Bahkan jikalau
digunakan untuk mandi,
ia menerima pada
siapapun, termasuk
terhadap orang yang
tubuhnya mempunyai
penyakit, justru
adakalanya ia dapat
menyembuhkan penyakit
tersebut.

Kedua, Air senantiasa
“ Sabar”, dalam artian bahwa air tidak pernah
menyerah dan juga selalu
teguh pendirian. Sebagai
contoh, air yang setetes
demi setetes ia akan
dapat membuat sebuah
batu yang keras menjadi
berlekuk. Adapula air mengalir, apabila ada
batu yang menghalangi
lajunya, ia akan dapat
mencari jalan lainya, agar
ia tetap dapat mengalir,
tidak pernah ada air yang
hanya berhenti mengalir
jikalau hanya dibendung
oleh sebuah batu, ia akan
senantiasa mengalir
melalui alur atau arus
yang lain.

Ketiga, Air sebagai simbol kejujuran, warna air yang
bening menyimbolkan
bahwa ia senantiasa
memperlihatkan apa adanya. Adapun ia
berubah warna adalah, ia
akan selalu menyebutkan
apa adanya, jika ia
berwarna kuning, maka
ia telah bercampur
dengan warna kuning,
ataupun yang lainya.

Keempat, bahwa air mempunyai satu
keteguhan atau keyakinan
yang kokoh, karena ia
senantiasa tahu dan yakin, sederas apapun,
sekotor apapun ia, akan
tetap kembali kepada
tempat berkumpul dan
berakhir, yakni di lautan.

Selanjutnya, Air adalah
sosok yang senantiasa
taat dan patuh terhadap
apa yang telah ditentukan
oleh Tuhan, yakni dengan
tetap menjalani fitrahnya,
seperti sebagai air
minum, senantiasa
mengalir dari atas
kebawah (secara
alaminya, walaupun
adapula air mancur), dan
sebagainya.
Selain itu banyak pula beberapa filosofis lainya
yang dapat kita renungi
sekaligus teladani dari air,
sebagaimana firman
Tuhan, bahwa dalam
penciptaan langit dan
bumi (termasuk alam
semesta) terdapat tanda-
tanda bagi orang yang
berfikir. Termasuk
didalamnya kita lihat dengan musibah yang
dialami oleh masyarakat
jepang, ataupun
masyarakat di negara
lainnya, seperti aceh di
Indonesia, yakni bencana
Tsunami. kita lihat
bagaimana air yang tadinya mempunyai
sosok yang pendiam,
tenang, dan selalu
menjadi bagian
kehidupan dan
penghidupan manusia di
seluruh dunia, tiba-tiba
menjadi satu sosok yang
menakutkan, dan bahkan
tidak dikehendaki
kedatangannya. Kurang
tepat apabila kita sebagai
mahluk yang
membutuhkannya,
menyalahkan terhadap
air. Betapa tidak, jika kita
hitung jasa Air dalam
kehidupan bagaimana?
kemudian bagaimana
sikap kita sehari-hari dalam memperlakukan
air itu sendiri.

Contoh kecilnya adalah,
bagaimana hutan
ditebang dengan brutal tanpa memperhitungkan
reaksi dari penebangan
itu maka, bencana lah yang terjadi, baik itu banjir, maupun
pemanasan global.
Tidakkah kita sadari,
bahwa sehabis aksi akan
selalu ada reaksi? Hal inilah yang patut kita
renungkan bersama,
karena manusia sebagai
Khalifah di muka bumi ini
ternyata tidak berdaya
apabila air itu “murka”.

Oleh karena itu ada istilah
menyebutkan lebih baik
mencegah daripada
mengobati, dan itu dapat kita terapkan bagaimana
menghadapi sang air, dan disanalah letak kekuasaan kita sebagai
manusia, selain daripada
kekuasaan Tuhan.

Penutup, bahwasanya
tidak semata-mata terjadi
dengan kebetulan, tentu
akan selalu ada skenario
baik yang terancang
ataupun bersifat
aksidental. Dan kita manusia dituntut untuk
mawas diri, dan juga mampu untuk berbuat
yang terbaik dari yang paling baik, dan dapat
diaplikasikan untuk dirinya, orang lain
maupun alam semesta
ini. Apapun itu akan selalu
ada hikmahnya, dan akan
selalu menjadi pelajaran
dan peng-alaman bagi manusia, terutama bagi
orang-orang yang
berfikir.

Wassalam..

(ilustrasi gambar: pusaran air saat terjadi Tsunami Jepang)

Selasa, 22 Februari 2011

''Mencintai Karena Allah itu...''


Suatu hari ketika
seseorang duduk
disamping Rasulullah saw,
kemudian seorang
sahabat lewat didepannya,
lalu orang yang berada
disamping Rasulullah itu
berkata: ”Ya Rasulullah,
sesungguhnya aku
mencintai dia”,

“Apakah engkau telah
memberitahukan
kepadanya ?” tanya Nabi.

“Belum” jawab orang itu.

“Nah…sekarang
beritahukanlah
kepadanya ” timpal Nabi.

Kemudian orang itu segera berkata kepada
sahabatnya:
“sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah…” dengan serta
merta sahabat itu
menjawab: “Semoga
Allah mencintaimu
karena engkau
mencintaiku karena-Nya…”. (HR. AbuDawud).

Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh
disekujur tubuhmu baik
ketika kau melihatnya,
mendengarnya, ataupun
ketika kau merasakan
kehadirannya di dekatnya.

Adakalanya kau selalu
ingin dekat dengannya,
namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang
justru mampu
mendekatkan hati kalian.
Dan juga sebaliknya,
kedekatan tanpa ikatan
pernikahan seringkali
merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara
tak terduga. Terkadang
kau berpikir bahwa kau
LEBIH BAIK mencintai
orang tersebut. Namun
ketika HATImu
menolaknya kau tak akan
mampu berbuat apa-apa.

Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan
masa yang akan
menghapusnya dari pikiranmu.
Namun ketika HATImu
membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan
karenanya. Kau justru akan berpikir ulang
sebelum kau benar-benar
yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.

Cinta karena Allah
adalah ketika kau
mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu
yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan
MENERIMA kekurangan-
kekurangan yang
dimilikinya. Sungguh pun
kau baru boleh
mengatakan bahwa "aku
mencintainya" setelah kau
benar-benar mengenalnya
dgn sebenar-benarnya,
yaitu baik dan buruknya.

Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas
pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya
kau akan lebih mencintai
sebongkah arang hitam daripada sebutir intan
yang berkilauan. Karena
sesungguhnya kau sadar
bahwa kau membutuhkan
sebuah kehangatan yang
mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih
daripada sekedar
keindahan yang ternyata
membuatmu beku
kedinginan.

Cinta karena Allah itu
TIDAK akan tumbuh dari
kecantikan seseorang.
Namun KECANTIKAN
seseorang justru akan
tampak ketika kau
mencintainya. Adalah
bagaimana kau bisa
mencintainya karena
akhlak dan agamanya,
bukan pada rupa, harta,
ataupun nasabnya. karena
dengan inilah kau bisa menepis kefakiran,
kehinaan, ketidak
bahagiaaan, dan
kemudian menggantinya
dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu
kau sangat ingin. Adalah
bagaimana kau bisa ikhlas
ketika dia ternyata lebih
mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa
berdoa agar mereka bisa
berbahagia.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin
berbenah diri, kau
menjadi mampu melihat
kekurangan-kekurangan
dirimu untuk kemudian
memperbaikinya.

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu
berpikir sempit, justru kau
akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih
dewasa, dan ke arah yang
lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan
membayangkan apabila kalian sudah pacaran,
namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan.
Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci,
berarti dan bermakna di
hadapan Allah daripada
sekedar pacaran.

Cinta karena Allah
terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita
seperti layaknya diberi biji
untuk ditanam. Lalu ia
tergantung pada
bagaimana kita
merawatnya. Jika kita baik,
maka baik pulalah
perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang
pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada
saat dimana kau
terkadang ingin
membunuh saja perasaan
tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya.
Karena sebenarnya
bukanlah kita yang
menumbuhkan perasaan
cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih
dan Maha Penyayang lah
yang berkehendak atas
segala perasaan itu.

Cinta karena Allah
Bukanlah tentang
bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian
melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke
arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi
perjalanan tersebut sendirian melainkan kau
butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang
saling membantu, saling meringankan, dan saling
mengarahkan dalam perjalanan menggapai
Ridha-Nya.

Cinta karena Allah
tidaklah selalu
membutuhkan beragam
kesamaan diantara kalian.
Namun yang terpenting
adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah
SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai
olehNya.

Wallahu'alam...

Rabu, 16 Februari 2011

Oh Anak Gaul, Cinta Rosul


Hingar bingar kota besar, mengundang mata remaja
Membuai mimpi-mimpi, pada kenikmatan semu
alam dunia

Ooh anak gaul, dimana
kita berkumpul ?

Kata ustad dan ulama,
saat ini kita banyak lupa
Lupa pada orang tua, lupa pada budaya, lupa
pada agama
Westernisasi merajalela, korupsi menjadi hal biasa
Menyikapi dosa, sudah
seperti kebal senjata

Ooh anak gaul, dimana
kita berkumpul ?

Sadar atau tidak sadar, saat ini kita diserang
Bukan untuk berperang
melawan penjajah
Tapi berperang melawan
zaman yang datang
Mal-mal, café-café,
tempat pesta, tumbuh
dimana-mana
Kita dikepung, kita
dikurung, hingga sampai
ke kampung-kampung

Ooh anak gaul, dimana
kita berkumpul ?

Sadar atau tidak sadar, saatnya kita bangun dari
tidur
Jangan terlena oleh
rayuan zaman,
Jangan sampai mabuk
anggur walau secawan,
Biarkan mata kita terbuka,
tangan kita mengepal,
kaki kita berlari
Kejar waktu yang terus
berpacu, hingga sampai
pada masa depan

Ooh anak gaul, dimana
kita berkumpul ?

Belum terlambat untuk
kembali ingat,
Anak gaul kepala botak
dan rambut gondrong, tetap ingat sholat,
Anak gaul hobi basket
dan nge-band, tetap
wajib sholat,
Anak gaul suka main games dan internet,
jangan lupa sholat,
Karena perlu diingat,
setelah dunia masih ada
akhirat,

Ooh anak gaul, ayo kita
berkumpul !

Rumah tempat kita
kumpul,
Sekolah tempat kita kumpul,
Masjid tempat kita
kumpul,
Majelis taklim tempat kita
kumpul,
Belajar tentang cinta
kepada Rosul,
Muhammad,
Muhammad, Muhammad..

Ooh anak gaul,
semestinya sudah tahu dimana tempat kita
berkumpul,
Disitu kita bersama
mencontoh Rosul, untuk
menjadi pribadi yang unggul,

Jadilah kita anak gaul, yang cinta kepada Rosul. . .

Salam, :)

Kamis, 10 Februari 2011

Saat Aku Jatuh Cinta Padanya


Saat aku jatuh cinta
padanya

kurasa dunia penuh
warna, merah jingga
merona indah dalam rasa

bagai pelangi yang
mewarnai birunya langit

kurasa taman bunga
bermekaran dimusim
semi

indah mekar segar
harum baunya,
mengundang setiap
serangga untuk
mersakannya

saat aku jatuh cinta
padanya

sekian lama aku terdiam,
kini aku berani
tersenyum.

ada rindu dan cemburu
…

suatu saat aku jatuh
cinta padanya

aku merasa harus
menyapanya setiap
masa,

cemas ketika tiada tau
kabar beritanya

suatu saat aku
menyadari telah jatuh
cinta padanya

ketika itu ia
menyadarinya, ia
mendekat …

aku berlari … berlari
menjauhinya.. dia yang
aku cintai
membuat jarak melintang
antara aku dan dia
bukan karena membenci
seperti yang dia kira

ku harap ia menemuiku
disebrang jalan sana,

jika saat nya sudah tiba
biarlah ku tanam benih

benih rasa ini diladang
taqwa

biar menumbuh dengan
ikhlasnya

tak akan ku biarkan ia
dibajak sebelum saat
panennya tiba

dibajak rasa yang tidak
memuliakan aku dan dia

biarlah saat ini ku biarkan
dia kecewa,

dengan acuhku yang
sebenarnya cinta..

semoga kau dengar
lantunan doa ini, dan
semoga kau juga
melantunkannya

Ya Allah, karuniakanlah
kami seorang pasangan
yang shalih dan shalihah
yang menjaga dirinya,
yang menjaga hatinya
hanya untuk yang halal
baginya, yang senantiasa
memperbaiki dirinya,
yang senantiasa berusaha
mengikuti dan
meneladani sunnah
Rasulullah yang baik
akhlaknya lagi menerima
kami apa adanya yang
akan membawa kami
menuju Jannah Mu Ya
Rabb..
Kabulkanlah Ya Allah..

Saat aku jatuh cinta
padanya,

temukan kami dalam
sujud panjang padaMu
….

Subang, Jum'at 11 Februari 2011

Minggu, 06 Februari 2011

Gerakan M3, Solusi Bijak Untuk Pemuda


Melihat fenomena perilaku
generasi muda yang kian
hari semakin
memprihatinkan,
barangkali Pemerintah
melalui Menteri Agama
Suryadharma Ali
terpanggil untuk
mengajak masyarakat
menggalakkan Gerakan
Masyarakat Magrib
Mengaji (M3).

Sebagai pemuda islam,
ajakan ini sudah
seharusnya disambut
positif. Benar apa yang dikatakan oleh Pak menteri, saat ini kegiatan
magrib mengaji sudah banyak ditinggalkan.
Sebagai pemuda, saya
dapat merasakan sendiri
kenyataan yang melanda
generasi muda sekarang.

Dulu, masa saya masih
kanak-kanak, hampir
dipastikan tidak ada anak-
anak atau remaja yang berkeliaran saat menjelang atau sesudah
magrib. Kalaupun ada,
maka para orangtua atau
masyarakat sekitar akan
menegurnya. Setidaknya
itu yang saya lihat di pelosok Subang.

Tak ingin menuding
media atau tayangan
sinetron-sinetron yang beredar pada jam
tersebut sebagai biang menjauhnya pemuda
dari tradisi mengaji. Akan
tetapi, pihak stasiun
televisi seakan terkesan
sengaja memilih
tayangan yang mampu
memikat kalangan anak-anak dan remaja tak
beranjak dari depan layar
kaca. Tidak ada yang salah sebenarnya, namun
bagi sebagian besar anak-
anak, tayangan tersebut
bisa saja menjadi media
pembelajaran. Akan
sangat disayangkan bila
mereka hanya
mendapatkan sajian yang
jauh dari kata mendidik.

Pun demikian, seperti kita
ketahui, bukan tidak ada
tayangan yang bernilai
edukasi. Ada, tetapi
belum memadai untuk
mengimbangi atau
mengunggulinya. Tak
bisa dinafikan, peranan
orangtua juga sangat
berpengaruh dalam
menanggulangi
kemerosotan moral ini.

Nah, alangkah bijak
kiranya ajakan mengaji ini
dihidupkan kembali di
rumah-rumah, tempat
ibadah atau dimanapun
orang islam berada di
seluruh pelosok Bumi
Indonesia. Saya yakin,
dalam waktu singkat
Indonesia akan menjadi
negeri yang sejahtera.
Sejarah telah
membuktikan, umat
islam akan meraih
kejayaan bila tetap
berpedoman pada
hukum dan aturan yang
terkandung dalam Al-
Quran dan Hadist Nabi
Muhammad Sallallu ’alaihi
wa salam. Begitu juga
sebaliknya.

Semoga
Indonesia jaya!

Perumpamaan Antara Keluarga, Harta dan Amal Soleh


Suatu ketika Nabi SAW bertanya kepada para
sahabanya: “Tahukah
kalian bagaimana
perempamaan kalian dengan sanak saudara
kalian, harta kalian dan
amal perbuatan kalian ?”.
Atas keinginan para
sahabat, Nabi SAW
bersabda:
” Perumpamaannya
bagaikan seseorang yang
mempunyai tiga
sauadara ”.

Menjelang kematiannnya,
ia memanggil saudara-
sauadaranya dan berkata:
“ Saudara-saudaraku,
kalian telah mengetahui
bagaimana keadaanku
kini ?”. Saudaranya yang
pertama menjawab: “Aku
akan menyayangimu,
aku akan mengobatimu,
dan aku akan melayani
segala keperluanmu. Jika
kamu meninggal dunia, aku akan
memandikanmu,
mengkafanimu, dan
menguburkanmu. Lalu
aku akan selalu
mengingat kebaikanmu”.
Sabda Nabi: “Saudara
seperti ini adalah keluarga
dan sanak-saudaramu ”.

Kemudaian pertanyaan
yang sama diajukan
kepada saudaranya yang
kedua. Lalu dijawab: “Aku
akan bersamamu selama
engkau masih hidup. Jika
kamu meninggal dunia,
aku akan pergi kepada
orang lain ”. “Saudaranya
ini adalah hartanya”.

Kemudian ia memanggil
saudaranya yang ke-tiga,
dan menanyakan hal yang sama. Maka
dijawab: “Walaupun di
dalam kubur aku akan
tetap bersamamu. Akan
ku tenangkan hatimu jika
akan dihisab, dan aku
akan meberatkan
timbangan amal baikmu ”.
Saudaranya yang ketiga
ini adalah amal salehnya”

Sabda Nabi SAW:
“ Sekarang sebutlah,
manakah yang menjadi
pilihanmu ?”. Para sahabat
r.hum menjawab: “Ya
Rasulullah, jelas saudara
yang terakhir itulah yang
kami pilih. Yang pertama
dan kedua kurang
bermanfaat ”

Jumat, 28 Januari 2011

Ketika Aku Harus Memilih...


Aku pernah berfikir, bahwa
setiap manusia pasti ingin
memiliki seorang kekasih.
Kekasih yang akan terus
bersamanya, sehidup semati,
dalam suka maupun duka tak
akan terpisahkan. Sekarang,
aku memilih amal sholeh
sebagai kekasihku. Karena
ternyata hanya amal sholeh-
lah yang akan terus
menemaniku, bersamaku,
bahkan menemaniku dalam
kuburku, kemudian amal
sholehku pula lah yang
menemaniku menghadap
Allah.

Aku pernah berfikir, setiap
manusia pastilah punya
goresan masalah dengan
manusia lain, sehingga wajar
jika manusia memiliki musuh
masing-masing. Kini aku
memilih menjadikan setan
sebagai musuh utamaku,
sehingga aku lebih memilih
melepaskan kebencian,
dendam, rasa sakit hati, dan
permusuhanku dengan
manusia lain.

Aku pernah selalu kagum
pada manusia yang cerdas,
dan manusia yang berhasil
dalam karir, atau kehidupan
duniawinya. Sekarang aku
mengganti kriteria
kekagumanku ketika aku
menyadari bahwa manusia
hebat dimata Allah, adalah
hanya manusia yg bertaqwa.
Manusia yg sanggup taat kpd
aturan main Allah dalam
menjalankan hidup dan
kehidupannya.

Dulu aku akan marah dan
merasa harga diriku
dijatuhkan, ketika orang lain
berlaku zhalim padaku,
menggunjingkan aku,
menyakiti aku dengan kalimat
kalimat sindiran yg disengaja
untuk menyakitiku. Sekarang
aku memilih utk bersyukur
dan berterima kasih, ketika
meyakini bahwa akan ada
transfer pahala dr mereka
untukku jika aku mampu
bersabar … Dan aku memilih
tidak lagi harus khawatir,
karena harga diri manusia
hanyalah akan jatuh
dimataNya, ketika dia rela
menggadaikan dirinya untuk
mengikuti hasutan setan.

Dulu aku yakin, dengan hanya
khatam Al Qur ’an berkali kali
maka jiwaku akan
tercerahkan. Kini aku memilih
untuk mengerti dan
memaknai artinya dengan
menggunakan akalku, dengan
mengaktifkan qolbuku dan
mengamalkannya dalam
keseharianku, maka
pencerahan itu baru bisa aku
dapatkan.

Ketika aku harus memilih…
bantu aku Yaa Rabb, utk
selalu memilih yg benar
dimataMu ….

Senin, 24 Januari 2011

Pacaran Menurut Pandangan Islam


Dari Anas r.a Rosululloh saw
bersabda : “Sesungguhnya diantara
tanda-tanda hari kiamat itu ilalah
diangkatnya Ilmu, tersebarnya
kebodohan, meminum kahmr terang-
terangan dan meluasnya
perzinahan. ”(H.R Bukhori, fathul Bari
1/178)
Temen-temen, gimana nich kabar
kalian semua? Semoga dalam
keaadaan yang baik-baik aja dan
tetap istiqomah di jalur terdepan
untuk memperjuangkan nilai-nilai
tauhid, guna tegaknya syari ’at Alloh
di muka bumi, terbangunnya pribadi
islam n masyarakat islam serta
merumputnya dan tegaknya
sunnah-sunnah teladan kita yaitu
Rosululloh saw … Tetap semangat
oke!!!!!
Yupzs… jangan negative thingking
dulu sama judul diatas !!! kita harus
tahu dulu maksudnya ….
Maksudnya???? Ya…. Gitu dech.
Temen-temen yang masih menjomblo
or bujangan (maksudnya yang
masih sendiri apalagi remaja
sekarang he he he ) jangan geer
dulu tentang judul di atas memboleh
kan PACARAN kita kupas dulu
maksud dari hal tersebut yuuuuk
mariiiiiii ……
Pada dasarnya, setiap manusia
yang terlahirkan itu, sekurang-
kurangnya memiliki tiga naluri dasar
pada dirinya … Apaaan tuh yaaaa…?
Yang pertama Naluri untuk
bertauhid atau beragama yang
merupakan nilai fitrah tertinggi)
yang kedua, naluri untuk
mempertahankan dirinya (seperti
keinginan untuk menang n untuk
berprestasi) dan yang terakhir,
naluri untuk melestarikan keturunan
(contohnya, sifat ke Ibuan , ke-
Bapa-an dan adanya saling suka
antar lawan jenis (( hicz gimana
kalo sesame yach ikhc
naudzubillah)).
Nah berpijak dari naluri yang ketiga
inilah, mungkin sebagian remaja
muda dan remaja berkumis dan
beruban bahkan yang sudah punya
cucu banyak …..(he he he) n sudah
bau tanah pun kedapatan masih kita
temukan, melegalkan atau
membolehkan berpacaran atau
dengan kata lain mengungkapkan
rasa cinta dan suka kepada lain
jenis Na ’udzubillah. Tidak ada yang
mneyangkal tentang adanya
anggapan bahwa rasa cinta adalah
anugrah yang ahrus di syukuri. We
agree friend. Tapi, ada tapinya tuh,
apaan hayoo? Ekspresi
bermasalah . ya seperti ‘’Syukur’’
yang melahirkan adanya
pengungkapan rasa cinta kepada
lawan jenis, terus jadian , janjian
dan pada akhirnya akan melahirkan
pertemuan. Ya ketemua …..an
(ngedate or kencan hiks.hiks) deh!!!
Dari mata turun ke hati, terus ke
kali deh, eh salah (bercanda.com)
berope ….rasi deh. Muali saling lihat ,
pegang-pegangan tangan dan dan
tiitk titik titik (sensor mode on)
(khusus yg sudah ngerti).!!!!
Berarti kalau demikian, boleh
dongggg mengungkapan rasa cinta
tetapi tidak melahirkan hal hal
tersebut? Boleh ga ya ya!!! Mending
kita lihat pembahasan di bawah ini
yuk
Boleh mengungkapkan perasaan
tersebut tetapi dengan beberapa
syarat, pertama … Kamu Bilang ke
nyokap or bokap or nnya or babe,
encang, encing umi, abi,ayah,bunda
pokoknye keluarga deh …. Bahwa
kamu dah siap untuk nikah kah.
Kedua: jika ada someone (gadis
atau pemuda) yang kamu sukai,
maka kamu dan orang tua datangi
orang tua gadis tersebut bahwa
kamu menyukainya, untuk apa???
Ya masih Tanya .. ya untuk
mengkhitbah (melamar) dooong,
terus jarak waktu setelah melamar
jangan lama-lama dan gak boleh
berkholwat (berduaan), apa lagi
jalan-jalan bareng dan segala
bareng kan belum jadi. Kalo di tolak
gimana? Ya …. Tanggung resikonya
sendiri he he… he… (sabar gitu lo
cari yang lain he he).
Rouslulloh saw bersabda “Siapa
yang beriman kepada Alloh dan hari
kiamat(akhir), jangan lah ia
bersunyi-sepi berdua-duaan
dengan wanita yang tidak disertai
muhrimnya, sebab bila demikian
syetan lah yang menjadi pihak
ketiga” (HR Ahmad)
Praktek pacaran ada yang macam-
macam, ada yang sekedar berkirim
surat,telpon,menjemput,
mengantar,atau menemani pergi
suatu tempat,lebih jauh dan
kelewatannya sampai layaknya
PASUTRI (pasangan suami istri).
Na ’udzubillah. Dan semua itu adalah
pintu-pintu masuk untuk perbuatan
zina …
Alloh swt berfirman :
Dan janganlah kamu mendekati zina;
Sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. dan suatu
jalan yang buruk.(Q.S AL ISRA 32)
Di kalangan remaja saat ini pacaran
menjadi trend dan identitas yang
sangat di banggakan. Tidak sedikit
yang mendapat julukan bujang
lapuk (kayu kali …..), kurang gaul n
zomblo, akibat belum punya teman
special tau yang di sebut pacar.
Biasanya seorang remaja akan
bangga dan “PD” abis jika sudah
memiliki teman special itu, walaupun
cinta yang berkisar di antara
mereka hanyalah cinta monyet,
CINLOK sampai cinta beruk, kalo
cinta kuda,gajah ada gak yah? He
he …… Karena itu mencari pacar di
kalangan remaja tidak saja menjadi
sebuah kebutuhan biologis tetapi
juga menjadi kebutuhan social … Ya
Alloh segitunya ya…….!!
PACARAN ISLAMI? Ya Tidak ada
Ada yang mengira bahwa pacaran
itu ada yang islami, ketika apel
sebelum masuk ke rumah
mengucapkan salam terlebih dahulu,
terus salaman sama keluarganya
n ,mengucapkan istigfar. Lho kok !!!
giman tuh ceritanya? Bukankah itu
pelecehan terhadap Islam?
Rosululloh saw tidak pernah
menyentuh wanita non muhrim.
Bahkan beliau menyatakan lebih
baik dibakar atau di tusuk besi
panas /membara dari pada
menyentuh wanita yang bukan
haknya.
Kalo di Tanya mashlahat dan
mudhorotnya, ya jelas dong
mudhorottnya lebih banyak seratu
ribu persen (eh kelewatan ….)
sahabat ingin tau fitnah dan akibat
dari pacaran?????
Kontak pandangan yang bermuatan
Syahwat
Hal ini mustahil bisa terhindarkan
ketika sedang berdua-duaan atau
jika di sekelilingnya ada lain jenis,,,
dan ini merupakan perbuatan
Haram.. Rosululloh saw
bersabda , ”Pandangan itu adalah
anak panah beracun dari anak-
anak Iblis, siapa saja yang dapat
menghindarkannya karena takut
kepada Alloh karena ia akan di
karuniakan kelezatan dan manisnya
iman di dalam hatinya ”(HR Hakim)
Kontak Fisik
Yang ini pun tidak bisa di elakan
ketika berpacaran, dan ketika
sedang bergerombolnya antara lain
jenis. Rosululloh saw mengharamkan
untuk bersentuhan dengan
seseorang yang bukan muhrim.
Disinilah kenapa Rosululloh saw
mengharamkan untuk berikhtilat
(bercampur baur lawan jenis)
Zina
Inilah akibat terebesar dana tujuan
syetan di balik goda rayunya yang
menggiurkan itu. Hubungan di luar
nikah merupakan dosa besar dan
perbuatan nista dan aib di hadapan
Alloh swt.
Nah temen-temen semua , ngerikan
kita melihat akibatnya? Maka untuk
terhindar dari hal tersebut kita
harus sebaliknya dari hal tersebut,
jangan berbuat yang mengarah ke
padanya, tidak bersentuhan dengan
non muhrim, tidak ikhtilat,khalwat,
menundukan pandangan (baca
surah An Nur : 30-31) dan
mengenakan hijab (jilbab) syar ’I
yang di sukai Alloh dan Rosul-Nya.
Dan untuk
Bapak, Ibu Orang tua perlu di
perhatikan anak-anak gadisnya:
1. Jaga dan perhatikan perilaku
anak-anak kita, jika sudah
mencurigakan tolong di cegah
2. Terapkan System keluarga
yang islami
3. jadikan Al Qur’an dan As
Sunnah sebagai UURT (Undang-
undang Rumah Tangga).
Ya mungkin itu aja catatan kecil
semoga bermanfaat … Eit…. Tapi
sebelum selesai ada fatwa teranyar
nih untuk semuanya PACARAN TUH
BOLEH, ASALKAN SESUDAH AKAD
PERNIKAHAN ’ HUH HE..HE..HE..HE
WALLOHU’ALAM……

Minta Maaf Sama Sulitnya dengan Memberi Maaf


Minta maaf untuk sesuatu kesalahan yang tidak kita lakukan, tentu saja amat sulit. Apalagi melakukan sesuatu itu sebagai wujud ketidakpuasan, marah kecewa dan perasaan terabaikan. Lalu kita mengeluarkan kata-kata yang
ternyata membuat orang lain merasa tersudutkan. Kita tetap merasa itu bukan sebuah kesalahan. Dan orang lain tetap menganggap kita salah.

Lalu apa kita harus minta maaf?
MAAF empat huruf itu jadi terasa
amat berat untuk diucapakan.
Padahal kata itu akan menjadi
sebuah kata ajaib bila kita mau
dngan hati yang tulus
mengucapkannya. Terasa segunung beban menghimpit di pundak ketika hendak mengatakan kata maaf itu.
Kenapa bisa seperti itu ya …?
Barangkali karena dengan
mengucapkannnya kita menjadi
merasa rendah diri dan hina, atau menjadikan kita begitu tidak berharga. Atau mungkin saja kata maaf itu hanya pantas diucapkan oleh orang-orang lemah.

Padahal tidak, Meminta maaf adalah sebuah perbuatan yang sangat mulia. Salah ataupun tidak yang anda lakukan menurut sisi pandang anda. Selama orang lain tidak nyaman dan merasa yang anda lakukan menyakiti mereka, wajar saja kalau anda meminta maaf.
Tentu saja permintaan maaf yang baik itu dilakukan setulus hati, bukan karena keterpaksaan. Anda harus bertarung hebat dengan ego
anda dan harus bisa mengalahkannnya sehingga anda yakin dengan meminta maaf diri anda adalah orang yang rendah hati dan hebat.
Tetapi semulia apapun permintaan maaf itu, tentu memberi maaf akan lebih mulia lagi. Karena pastilah lebih sulit memaafkan kesalahan orang
lain. Apalagi kesalahan yang telah dilakukan orang tersebut benar-benar membuat anda kecewa, pastilah tidak mudah memaafkannya.
Ditambah jika orang tersebut tidak pernah meminta maaf kepada anda atas kesalahan yang ia lakukan.

Lalu apakah anda akan tetap
memaafkannya.? Anda harus
memafkannya karena itu akan
membuat anda terlepas dari segala macam pikiran buruk tentangnya yang akan menyiksa diri anda sendiri. Dan memang anda wajib memaafkannya jika anda tidak ingin dendam menguasai diri anda.

Akhirnya kita menyadari. bahwa
membina hubungan dengan orang lain memang bukan perkara mudah, hal sepele saja jika ditanggapi dengan tidak bijak akan menyebabkan retaknya sebuah hubungan. Untuk itu jagalah silaturahmi anda dengan orang lain, siapapun dia. Kekasih, orang
tua, anak dan siapapun yang ada di sekeliling anda. Belajarlah untuk selalu meminta maaf dan berusahalah untuk tetap memberi maaf.
:)

Renungan: Filosofi Tubuh


Kita memiliki satu mulut; dua telinga.
Itu berarti kita harus lebih banyak
mendengar daripada berbicara.
Mendengar ilmu, mendengar
nasehat, mendengar kritik, lalu
kemudian berbicara. Kata petuah
bijak: janganlah berbicara ketika
kamu ingin sekali berbicara;
berbicaralah ketika kamu sama
sekali tidak ingin berbicara!

Kita memiliki dua kaki; dua tangan.
Itu berarti kita harus lebih banyak
bekerja. Terus bergerak; terus
berkarya! Kata Nabi Ayyub:
sebagaimana burung dilahirkan
untuk terbang dan ikan untuk
berenang, manusia dilahirkan untuk
bekerja.

Kita punya otak. Itu berarti kita
harus berpikir, memikirkan sesuatu.
Kita harus berakal, mengakali
sesuatu. Berpikir dan berakal, itulah
tanda bahwa kita masih waras, tidak
gila; kita masih pintar, tidak bodoh;
kita masih berhati-hati, tidak
ceroboh.

Ketika kita ceplas-ceplos berbicara,
ketika kita malas bekerja, ketika
kita malas berpikir dan berakal, itu
berarti kita adalah manusia biasa,
yang lemah dan lupa. Kita butuh
sesuatu untuk menguatkan, kita
butuh sesuatu untuk mengingatkan.
Sesuatu itu bisa teman; sesuatu itu
bisa Tuhan.

Sabtu, 22 Januari 2011

Islam Saya adalah...


Islam bagi saya adalah agama,
petunjuk bagi jalan yang suram
berkelok-kelok menuju jalan yang
terang benderang dan lurus.

Islam saya adalah Islam yang lentur.
Lentur ? tentu lentur sesuai dengan
pemahaman kacamata saya sendiri.

Islam saya adalah Islam saja. Islam
bagi saya bukan fanatisme. Islam
saya adalah islam, dimana saya
berusaha mentaati perintah Allah,
seperti shalat, puasa, shadaqah
dan lain-lain. Saya berusaha untuk
shalat lima waktu walaupun kadang-
kadang bolong karena kelalaian dan
kesengajaan. Saya tidak
menyalahkan syaitan. Islam yang
ada pada diri saya melekat sejak
kecil. Bagi saya syaitan adalah
musuh yang nyata. Ketika saya lena
maka sayalah yang harus dihukum.
Untuk syaitan biarlah Tuhanku yang
memberi keputusan.

Islam saya islam yang sederhana.
Islam sebagai penuntun dalam
kehidupan yang tidak pasti. Islam
saya tidak pernah membebani.
Walaupun tidak membebani, saya
tidak pernah main-main dengan
islam saya. Saya tetap selalu harus
berwudhu sebelum shalat. Saya ikuti
aturan ruku-rukun saat shalat,
begitu juga ibadah-ibadah yang lain.

Islam saya tidak pernah memaksa.
Islam saya adalah islam yang
menganjurkan seruan dan ajakan
bukan paksaan. “saya mau shalat
dulu, mau ikut?” Islam saya islam
yang menasehati dengan
pertanyaan dan senyuman. “kapan
mulai shalat?” atau “eh, lagi puasa
gak? kenapa gak puasa?”.

Islam saya islam sosial. Islam yang
bergaul dengan siapa saja. Islam
saya tidak pernah memilah-milah.
Bagi islam saya, semua manusia
sama. Islam saya tidak pernah
mengadili akhlak seseorang. Ahklak
mereka urusannya dengan
Tuhan. Islam saya bukan negara.
Biarlah negara yang mengadili
akhlak yang merugikan sesama.

Islam saya islam yang cinta estetika.
Islam saya suka dengan keindahan.
Dengan keindahan, saya belajar
mengenal Tuhan. Dengan keindahan,
Islam seperti oase yang
menyejukkan. Islam saya berusaha
menjadikan diri saya nyaman
bersanding dengan siapapun dan
berusaha membuat nyaman kepada
siapapun yang bersanding dengan
saya. Islam saya bukan islam
intimidasi. Islam saya adalah islam
yang cinta kedamaian.

Islam dan saya adalah berbeda.
Saya adalah manusia, sedangkan
Islam adalah ajaran Tuhan. Kadang
islam yang melekat dalam diri saya
saya abaikan dan dosa-dosa pun
membuat saya malu pada Tuhan.
Itulah islam yang ada pada diri
saya, maka saya tidak berhak
menghardik seseorang dan
mengecam dengan cemoohan.
Bagaimana mungkin saya
menganggap orang lain calon
penghuni surga ataupun neraka,
sedangkan diri saya sendiri tidak
tahu nasib saya di akhirat kelak.
Islam saya tidak bisa menuding
seorang pelacur adalah ahli neraka
dan seorang ulama adalah ahli
surga. Islam saya percaya bahwa
Tuhan punya cara sendiri dalam
menuangkan cinta pada semua
makhlukNya. Tuhan mempunyai cara
yang unik dalam menunjukkan
kekuasaaNnya. Itulah maka islam
saya tidak punya hak sedikitpun
untuk menebak nasib seseorang
kelak di akhirat.

Islam saya adalah islam yang damai.
Bagaimana dengan islam anda ?

By Kamaluddin Ramdhan

Rabu, 19 Januari 2011

Jagalah Lisan, Besar Hati adalah Kunci Ukhuwah


Manusia adalah makhluk sosial
dalam artian makhluk yang tidak
bisa hidup sendiri atau lebih
sederhananya butuh teman.
Dalam
islam juga ada yang namanya
ukhuwah (saudara) yaitu jalinan
persaudaraan antara satu dengan
yang lain.

Tidak bisa kita pungkiri
bahwa setiap insan pasti memiliki
dan harus memiliki apa yang
namanya teman . teman yang mampu
menghibur dikala sedih, menasihati
dikala salah dll. Imam syafi’I pernah
berkata ” 1 musuh terlalu banyak,
1000 teman belum cukup”.

Belasan
tahun atau bahkan puluhan tahun
kita pasti sudah banyak memiliki
teman, tapi tidak bisa dipungkiri
juga bahwa setiap kita pasti memiliki
rasa benci terhadap seseorang,
entah karena cara berfikirnya yang
tidak cocok atau cara dia berbicara
yang tidak mengggunakan akal
(baca; ceplas-ceplos). tapi apakah
selamanya kita akan membenci dia
dengan sebab itu semua ??

Diriwayatkan oleh bukhari dan
muslim bahwa nabi saw bersabda ”
demi jiwaku yang berada di
tanganNya, tidak beriman seorang
hamba itu sampai dia mencintai
tetangganya (saudaranya) sama
seperti dia mencintai dirinya ”. benci
terhadap tetangga depan rumah
yang sudah lama dikenal misalnya,
Kita boleh saja membenci seseorang
tapi tidak untuk selamanya, nabi
saw juga bersabda ” tidak
diperbolehkan seorang muslim itu
untuk tidak bertegur sapa lebih dari
3 hari ….” (muttafaq ‘alaih), boleh
saja kita berkata “ah sapa juga
yang butuh dia, urusan kah”, tapi
bisa jadi dia akan berguna bagi kita
kelak “hari ini boleh jadi kita akan
membenci hujan yang turun, tapi
suatu saat kita akan berkata
‘ kapan ya hujan turun ?’ “. lantas
saat ini apa yang harus kita
lakukan untuk menjaga yang
namanya ukhuwah ini ??

1. Besar hati dan khusnudzon

Besar hati disini bermakna pemaaf.
Mungkin ada teman kita ketika
berbicara tanpa dia sadari
perkataannya cukup menorehkan
luka dalam hati (menyinggung)
ataupun dia memiliki sifat yang sok
tau dan gak mau disalahkan
misalnya. Disnilah kita harus
mencoba berbesar hati dan
berkhusnudzon.

Bisa jadi memang
cara berbicara dia seperti itu atau
mungkin dia tidak sengaja berbicara
seperti itu atau bahkan sifatnya
udah seperti itu sejak dalam
kandungan (kalau ini mah paraaah).

Allah swt pencipta manusia dan juga
dia maha pemaaf, lantas apa hak
kita untuk tidak memaafkan teman
yang telah berbuat salah kepada
kita ??. tekadang penulis iri dengan
ukhuwah penduduk negeri ini
(yaman, red).
Mereka bukan lagi
pemaaf, tapi juga mudah memaafkan.

2. Jaga lisan

Sudah sering kita mendengar
pepatah “lisan itu lebih tajam
daripada pedang”. Kalo kita
merenungi sejenak pepatah di atas
memang tak ada yang salah. Adu
domba atau naminah itu berasal dari
lisan, ucapan yang mampu
mempengaruhi seseorang. Ketika dia
sedang berkumpul dengan kelompok
A dia berkata begitu manis, namun
ketika dia berkumpul dnegan
kelompok B, dengan mudahnya dia
memplintir berita atau menjelek-
jelekkan kelompok A. “eh, si fulan
tadi ngejek keluarga ente tuh”,
“fulan, masa’ bapak ente dibilang
koruptor, padahal kan mantan”, jadi
inget suatu lagu “lidah tidak
bertulang”. ckckckc…
Naudzubillah…

“sesungguhnya setiap orang
mukmin itu bersaudara, maka
damaikanlah diantara mereka dan
bertakwalah kepada allah supaya
kamu mendapat rahmat ” (QS: al-
hujurat 10). Marilah kita semua
menjaga ukhuwah, mencoba
berbesar hati, menjaga lisan dan
juga berkhusnudzon, ketika
seseorang mencoba untuk
mengislah atau mendamaikan suatu
perselisihan maka hendaknyalah
kita mendukungnya bukannya malah
bersuudzon bahwa dia itu hanya
mau mengadu domba. Intinya
gunakan telinga dan lisan dengan
baik dalam segala hal.

Waallahu a’lam…

Senin, 17 Januari 2011

Shalat Itu Mudah dan GRATIS!!!


Seorang teman memaparkan sebuah
cerita kecil yang membuat saya
tergelitik. Teman saya mempunyai
seorang sopir. Sopir itu seorang
bapak setengah baya, non-muslim.
Dalam suatu obrolan, Si
sopir berkata pada teman
saya, ”Saya kadang2 heran sama
orang Islam, Pak. Gini Pak,,, dalam
agama saya, untuk bersembahyang
itu kan ada biayanya ya. Untuk beli
bahan-bahan buat sesajennya,
buah2an, dupa, dan sebagainya.
Nah, orang Islam itu kan untuk
sembahyang/sholat itu kan gratis,
Pak, alias gak perlu biaya apa2.
Tapi kenapa saya banyak temui
orang Islam yang gak mau sholat
ya ?”

Saya tercengang mendengar cerita
teman saya itu. Sekaligus juga
kagum, Bapak Sopir yang
sederhana itu ternyata mempunyai
pendapat yang menurut saya
cerdas. Saya jadi memikirkan
kata2nya….

Bener juga ya, Islam tuh agama
yang mudah. Mudah gimana,
maksudnya? Oce, saya coba
tuliskan beberapa contoh.

(Pertama) Shalat itu gratis. Karena
itu, siapapun bisa shalat (kalau
mau), baik presiden, menteri, guru,
petani, penjahit, penjual sayur,
gelandangan, pengemis, pengamen,
pedagang asongan. Mudah, kan?

(Kedua) Shalat bisa dilakukan
dimana saja, karena setiap bagian
dari bumi Allah adalah masjid (HR.
Muslim). Kita bisa sholat di tempat
ibadah. Di sudut ruangan kantor. Di
pinggir jalan. Di tepi taman. Dan
lain2. Dimanasaja boleh, asal
tempatnya bebas dari najis. Mudah,
kan?

(Ketiga) Kalo kita dalam perjalanan
pulangkampung misalnya, sholat di
dalam bus pun, boleh. Dalam hal ini,
Allah memberi keringanan kalo kita
boleh sholat sambil tetap duduk
manis di kursi bus. Dan juga kita
boleh menjama’ (mengumpulkan dua
sholat di satu waktu), dan boleh
pula meng-qoshornya (menyingkat
rakaat shalat). Mudah, kan?

(Keempat) Lhooo,,,, tapi di dalam
bus kan gak ada airnya. Gimana mau
wudhu? Tenaaang … Allah (lagi2)
memberi keringanan pada kita dalam
hal ini. Tengoklah jendela bus di
samping kalian. Ada debu halus
yang menempel di situ. Usapkan
telapak tangan kalian ke jendela itu,
lalu tiup pelan. Setelah itu usapkan
ke wajah dan tangan kalian (tayamum). Dengan
begitu kalian sudah dianggap suci
dari hadast kecil. Kalian dah
dianggap samadengan berwudhu.
Mudah, kan?

Jadi, buat yang ngerasa muslim tapi
masih gak mau sholat??

Wa..waa..waaduuh..sungguh...

t.e.r.l.a.l.u.

Benarkah Wanita Baik-baik Akan (Selalu) Dapat Pria Baik-baik?


Cinta, adalah salah satu misteri
yang sampai saat ini masih belum
bisa dipecahkan. Bagaimana sebuah
proses cinta mengalir. Kalau ada
yang mengatakan dari mata turun
ke hati, bagaimana pula dengan
jatuh cintanya orang buta?. Jelas
dia tidak bisa melihat pasangannya,
tapi mereka bisa saling jatuh cinta
dan menikah. Kesimpulan saya, cinta
tetap merupakan misteri tak
terdefinisikan.

Banyak orang yang
sampai sekarang ini berusaha
merangkai kata untuk mengartikan
dan menerjemahkan cinta, ada yang
literal dan ada juga yang mencoba
untuk berfilsafat. Tapi tak ada yang
benar-benar mampu mewakili arti
cinta yang demikian dalam dan luas.

Hal unik dalam dunia percintaan
adalah sebuah kalimat : “tenanglah!
Wanita baik-baik akan mendapat
pria baik-baik dan begitu juga
sebaliknya ”. Benarkah demikian?
Pada dasarnya, kalimat ini muncul
saat salah satu pasangan merasa
dikecewakan dan dinasehati oleh
orang lain dengan kalimat keramat
tersebut. Umumnya manjur, sebab
dalam hati ia akan yakin kalau
memang yang baik akan mendapat
yang baik dan yang buruk juga
begitu. Tapi sebentar, ternyata
keliru. Banyak kita lihat pasangan
yang tidak “sepadan”. Artinya, ada
yang isrtinya baik, saleha, rajin,
keibuan dan sabar. Malah mendapat
suami kasar, brutal, pemabuk dan
tak segan memukul. Begitu juga
kebalikannya, seorang suami yang
taat, penyabar, tekun dan rajin
malah mendapat istri yang norak,
egois, suka selingkuh dan tidak
pandai memasak.

Apa ada yang salah dengan kalimat
di atas? Ternyata tidak juga. Kita
ternyata mengartikan frasa “wanita
baik-baik” atau frasa “pria baik-
baik” dengan standart kasat mata
kita. Sementara, untuk ukuran baik
itu sangat relatif. Baik versi
manusia tentu berbeda dengan baik
versi Sang Pencipta.

Rabu, 12 Januari 2011

Pergaulan Pria dan Wanita


Manusia diciptakan Allah swt dalam
bentuk yang sempurna, berupa
jasad, ruh, akal dan juga naluri.
Salah satunya adalah naluri seksual
(gharizah an-na ’u), naluri ini
bertujuan agar manusia
berkembang dan tidak putus
keturunannya. Agar kehidupan ini
berjalan dengan nyaman maka Islam
mengatur penyaluran naluri seksual
ini melalui jenjang pernikahan,
untuk menuju jenjang pernikahan
dikenal beberapa tahapan dalam
Islam:

~> Berkenalan (ta’aruf).

Saat berkenalan maka wanita harus
didampingi oleh mahramnya. Mahram
adalah orang yang tidak boleh
kawin dengan wanita tersebut
seperti: Bapak, kakek, adik/kakak
laki dan paman (ada 12 macam
mahram yang tertera dalan An-Nur
31).

~> Melamar (khitbah).

Setelah seorang wanita di lamar
maka tidak boleh ada laki-laki lain
melamar sang wanita, kecuali
lamaran telah dibatalkan.

~> Menikah (aqad nikah).

Wanita harus didampingi oleh
walinya (bapak atau jika bapak
meninggal maka digantikan oleh
kakak/adik laki-laki).

~> Pesta nikah (walimah ‘urusy).

Ini merupakan sunnah, tujuannya
mengumumkan ke khalayak ramai
bahwa pasangan ini telah menikah,
sehingga jika mereka berduaan
tidak akan timbul fitnah.

Dengan demikian tidak di kenal di
dalam Islam istilah “pacaran” yakni
laki-laki dan wanita melakukan
hubungan (interaksi) untuk saling
mengenal sifat dan karakter
masing-masing sebelum memasuki
jenjang pernikahan. Pacaran
diharamkan di dalam Islam karena
dikenai hukum khalwat (laki-laki dan
wanita berduaan tanpa mahram).

Sabtu, 01 Januari 2011

Seorang Muslim PantangMerayakan Tahun Baru!!

by : Abu Fajri Khusen Aswaja

Sahabat pengunjung pecinta sunnah
yang setia maupun yang kurang setia
semoga jadi setia dan juga sahabat
fesbuk yang lagi nunggu tahun baru
datang (tahun baru kok ditunggu??)
Waktu begitu cepat berlalu, hingga
tanpa terasa mengantarkan kita ke
penghujung tahun 2010 ini, biasanya
orang-orang pada beli terompet,ditiup
(ya eyaalah..masa digoreng) suasana
kampungh yang dulu tenang tentrem
loh jinawi,berubah bising laksana di
stadion GBK saat Timnas berjuang
keras melawan tetangganya yang
hobby mainin laser itu, belum lagi
kembang api yang dibakar (nah ini
baru dibakar, bukan ditiup) dalam
rangka memeriahkan malam pergantian
tahun..
Kita jangan lupa status kita sebagai
muslim, setiap urusan kita sudah
diatur oleh agama yang mulia ini,
karena islam sudah sempurna,
sempurnaaaa..
OK, bagaimana islam memandang
kasus ini (peayaan tahun baru),
halalkah atau haram...

Kamis, 23 Desember 2010

…karena pacaran diajarkan?

Apa yang ada dalam pikiran kamu
ketika membaca judul ini? Hmm..
mungkin ada yang memahami:
“ bahwa pacaran memang diajarkan,
sehingga ya wajar banyak yang
pacaran. ” Sebagian yang lain
berpikir, “Ooh.. pacaran itu
diajarkan, jadi boleh-boleh saja
melakukannya. ” Selain itu ada lagi
nggak? Opsi lainnya ini kayaknya
nih: “karena pacaran diajarkan,
maka memang itulah realitanya dalam
kehidupan sehari-hari. Jadi, nggak
perlu merasa khawatir
dipermasalahkan. Toh, udah biasa
dong ya. ” BTW, kamu pilih jawaban
yang mana dari ketiga pilihan tadi?
Atau mungkin kamu punya jawaban
sendiri ya. Baiklah. Kita langsung
saja ke TKP.

Saat ini, pacaran
udah dianggap sebagai jalan suci
menjalin kasih di antara para
remaja. Tak sedikit pasangan yang
sudah mengikat janji setia di antara
mereka. Sepertinya, setelah
mendapatkan status sebagai
pacarnya si anu, seorang remaja
berhak memamerkannya kepada
teman lainnya dan ada kewajiban
menjaga pasangannya. Minimal
ngajak jalan-jalan dan ada waktu
khusus ketemuan. Malah ada yang
dikunjungi secara rutin (idih, WC
kaleee).

Pacaran sehat, tetap maksiat

Kebanyakan anak sekolah yang
ketika ditanya kenapa pacaran,
jawabannya: “kami kan pacarannya
sehat, Pak”. Weleh-weleh… udah
bisa berdalil rupanya teman kita ini.
Sehat menurut siapa? Lagian
standar sehat dan nggak sehatnya
apa sih? Kok kayaknya gampang
banget mengklaim bahwa yang
dilakukannya adalah pacaran sehat?
Mungkin, yang dimaksud pacaran
sehat menurut para remaja yang
mengklaimnya adalah: tanpa seks.
Okelah, seks bebas atau berzina
memang berbahaya dan dosa. Itu
nggak sehat menurut syariat. Tapi,
apa ada jaminan kalo orang yang
pacarannya nggak sampe ngeseks
bisa terus bertahan? Nggak juga
kok. Sebab, kalo dilakukan PNDK
alias Penelusuran Nafsu Dan
Kekuatan, banyak remaja yang
nggak tahan menahan nafsu. Justru
karena nafsu makin kuat kalo udah
ada kesempatan. Betul? Jadinya,
yang tadinya “baik-baik” pun,
berubah jadi “biadab” dan
berperilaku bak hewan. Dasar
bajigur! Naudzubillah min dzalik.

Rabu, 22 Desember 2010

ISLAM di Dadaku, IslamKebanggaanku

Bro en Sis, sejak tim nasional
menang terus di ajang AFF Suzuki
Cup 2010 ini, dukungan banyak
mengalir kepada Irfan Bachdim dkk.
Maka, lagu Garuda di Dadaku yang
dinyanyikan band Netral sering
terdengar di mana-mana: “Garuda di
dadaku/ Garuda kebanggaanku/ Ku
yakin hari ini pasti menang …/
Kobarkan semangatmu/ Tunjukkan
sportifitasmu/ Ku yakin hari ini pasti
menang …” Hehehe.. ini adalah
penggalan lagu bernuansa
nasionalis abis yang akhir-akhir ini
jadi penyemangat masyarakat
pecinta sepakbola di tanah air dalam
mendukung timnas sepakbolanya.

Jika banyak kaum muslimin
pecinta sepakbola timnas Indonesia
saat ini rame-rame meneriakkan
“ Garuda di Dadaku”, maka sebagai
seorang muslim sejati, kita hanya
menjadikan Islam sebagai pedoman
hidup kita. Jadi, nggak salah dong
kalo kamu berani berteriak: “Islam di
Dadaku”; “Aku bangga menjadikan
Islam sebagai pedoman hidupku”;
“Saat ini, Islam pasti menang”;
“Kuyakin, Islam pasti berjaya!” dan
lain sebagainya. Keren bukan?
Indonesia adalah negeri
berpenduduk muslim terbesar di
dunia, Gan. Duh, kayaknya agak
malu-maluin deh kalo sampe jumlah
yang banyak itu kini kualitas
kepribadian Islamnya amat
kedodoran. Ketimbang bangga
dengan Islam dan menjadikannya
jalan hidup, malah bangga dengan
timnas sepakbola, malah rela
mengeluarkan duitnya untuk nonton
pertandingan, malah asik mencari
hiburan dan kebanggaan semu
lainnya. Nggak banget deh.
Oya, saya juga suka sepakbola.
Tapi saya berusaha agar
menikmatinya sekadarnya saja. Itu
pun menontonnya melalui layar
televisi dan jika memang sedang
sepi aktivitas saja. Sekadar hiburan
lah. Tak lebih tak kurang. Hehehe..
ini bukan nyombong lho. Tapi kita,
kaum muslimin, sebaiknya sudah
paham hal-hal mana saja yang
menjadi prioritas amalan kita. Yang
wajib tentu saja harus didahulukan,
terus di bawahnya ada amalan yang
sunnah, di bawahnya lagi baru
amalan yang mubah. Itu pun mau
diambil silakan, nggak diambil juga
nggak apa-apa kok. Namanya aja
mubah.

Macho Ala Rasulullah

Siapa bilang ikhwan itu nggak
boleh tampil macho? Bukan
cuma Brad Pitt yang bisa gitu,
kamu-kamu yang ikhwan juga
bisa en boleh tampil macho.
Berpahala lagi.
Sarung, koko, peci, dan jenggot.
Itulah sekilas gambaran penampilan
ikhwan pengajian. Terus terang aja
banyak orang risih en males
ngeliatnya. Kaum cowok yang aktif
ngaji ini konon punya prinsip, “yang
penting hati, bukan penampilan”.
Nah, gara-gara prinsip itu mereka
ogah dandan. Malah ada yang bilang
kagak pantes kalau aktivis dakwah
itu tampil kinclong. Para sufi aja ada
yang display-nya kucel en dekil. Ini
supaya nggak riya dan jadi takabur.
Lagi-lagi, yang penting kan hatinya.
Jagalah hati …
Dandan Nggak Haram!
Wuih kecian banget para cowok
kalau emang betul berdandan itu
haram. Makin banyak aja nanti orang
yang benci sama ajaran Islam.
Padahal sih ajaran aslinya nggak
begitu. Jangan salah, Rasulullah saw.
itu orang yang gentle, sikap ataupun
penampilannya. Meski bersahaja tapi
sosok Rasulullah saw. itu memikat
perhatian banyak orang.
Nah, supaya kita nggak asal
dandan, nggak asal berpendapat,
mendingan kita cari tahu gimana sih
Rasulullah saw. dan para sahabat
berpenampilan. Mau kan tampil keren
ala Rasulullah saw.? Nah, ini
beberapa teladan dari beliau saw.