Custom Glitter Text
Banyoe Mili = Air mengalir (sungai) adalah aliran kehendak ALLAH. Kita yang berperahu di atas sungai dan mengikuti alirannya adalah mengikuti kehendak ALLAH. Apapun yang kita lakukan di atas perahu adalah berpengaruh untuk kita tapi tidak merubah aliran air. Aliran air sungai selalu ke bawah bermakna penurunan kuantitas umur dan kekuatan fisik. Aliran sungai ke laut bermakna kematian dan kembali kepada kumpulan spirit atau keharibaanNya. Ikhtiar manusia tidak memberi bekas kepada kekuasaan dan kehendak Allah SWT (Al Hadist). Ikhtiar manusia hanyalah memberi nilai untuk manusia itu sendiri. Pada dasarnya ikhtiar manusia merupakan bagian yang integral dari kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Wallahua'lam

Sabtu, 01 Januari 2011

Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya PenuhCinta

Posted on 14.40 by Oby_arsyil's blog

Oleh Abu Fajri Aswaja

Wahai orang-orang yang terpejam
matanya, perkenankanlah kami
manusia-manusia malam menuliskan
sebuah surat cinta kepadamu. Seperti
halnya cinta kami pada waktu malam-
malam yang kami rajut di sepertiga
terakhir. Atau seperti cinta kami pada
keagungan dan rahasiaNya yang
penuh pesona. Kami tahu dirimu
bersusah payah lepas tengah hari
berharap intan dan mutiara dunia.
Namun kami tak perlu bersusah payah.
Sebab malam-malam kami berhiaskan
intan dan mutiara dari surga.
Wahai orang-orang yang terlelap,
sungguh nikmat malam-malammu,
gelapnya yang pekat membuat matamu
tak mampu melihat energi cahaya yang
tersembunyi di baliknya. Sunyi
senyapnya membuat dirimu hanyut tak
menghiraukan seruan cinta. Dinginnya
yang merasuk semakin membuat dirimu
terlena, menikmati tidurmu diatas
pembaringan yang empuk, bermesraan
dengan bantal dan gulingmu, bergeliat
manja di balik selimutmu yang demikan
hangatnya.
Wahai orang-orang yang terlena,
ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!
Yang setiap malam terpejam matanya,
yang terlelap pulas tak terkira. Atau
yang terlena oleh suasananya yang
begitu menggoda. Kami tidak sepeti
dirimu!! kami adalah para perindu
kamar di surga. Tak pernahkah kau
dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah
SAW bersabda: "sesungguhnya di
surga itu ada kamar yang sisi luarnya
terlihat dari dalam dan sisi dalamnya
terlihat dari luar. Disediakan untuk
mereka yang memberi makan orang-
orang yang memerlukan, menyebarkan
salam serta mendirikan sholat pada
saat manusia terlelap dalam tidur
malam." itulah sebuah kamar yang
menakjubkan bagi kami dan orang-
orang yang mendirikan sholat pada
saat manusia-manusia yang lain
tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya
hampa cinta, kau pasti pernah
mendengar namaku disebut. Aku Abu
Hurairah , Periwayat Hadits.
Kerinduanku akan sepertiga malam
adalah hal yang tidak terperi.
Penghujung malam adalah
kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah
kau? kenikmatan itu tidak serat merta
kukecap sendiri, ku bagi malam-
malamku yang penuh syahdu itu
menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk
istriku tercinta dan satu lagi untuk
pelayan yang aku kasihi. Jika salah
satu dari kami telah selesai mendirikan
sholat, maka kami bersegera
membangunkan yang lain untuk
menikmati bagiannya.
Subhanallah, tak tergerakkah dirimu?
pedulikah kau pada keluargamu?
adakah kebaikan yang kau inginkan
dari mereka? sekedar untuk
membangunkan orang-orang yang
paling dekat denganmu, keluargamu?
Lain lagi dengan aku, Nuruddin
Mahmud Zanki. sejarah mencatatku
sebagai sang Penakluk Kesombongan
pasukan salib, suatu kali seorang
ulama tersohor Ibnu Katsir
mengomentari diriku, katanya,
"Nuruddin itu kecanduan sholat malam,
banyak berpuasa dan berjihad dengan
akidah yang benar. "Kemenangan demi
kemenangan aku raih bersama
pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu
terlibat dalam sebuah perbincangan
seru. Kata mereka, "Nuruddin Mahmud
Zanki menang bukan karena
pasukannya yang banyak. Tetapi lebih
karena dia mempunyai rahasia
bersama Tuhan". Aku tersenyum,
mereka memang benar, kemenangan
yang kuraih adalah karena do'a dan
sholat-sholat malamku yang penuh
kekhusyu'an. Tahukah kau dengan
orang yang selalu setia
mendampingiku? Dialah Istriku tercinta,
Khotum binti Atabik. Dia adalah istri
sholehah di mataku, terlebih di mata
Allah, malam-malam kami adalah malam
penuh kemesraan dalam bingkai
Tuhan.
Gemersikan dedaunan dan desahan
angin seakan menjadi pernak-pernik
kami saat mendung di mata kami jatuh
berderai dalam sujud kami yang
panjang. Kuceritakan padamu suatu
hari ada kejadian yang membuat
belahan jiwaku itu tampak murung.
Kutanyakan padanya apa gerangan
yang membuatnya resah. Ya Allah,
ternyata dia tertidur, tidak bangun
pada malam itu, sehingga kehilangan
kesempatan untuk beribadah.
Astaghfirullah, aku menyesal telah
membuat dia kecewa. Segera setelah
peristiwa itu kubayar saja
penyesalanku dengan mengangkat
seorang pegawai khusus untuknya,
pegawai yang kuperintahkan untuk
menabuh genderang agar kami
terbangun di sepertiga malamnya.
Wahai orang-orang yang terbuai, kau
pasti mengenalku dalam kisah
pembebasan Al-Aqso, rumah Allah
yang diberkati. Akulah pengukir tinta
emas itu, seorang Panglima Perang,
sholahuddin Al-Ayyubi, orang-orang
yang hidup di zamanku mengenalku
tak lebih dari seorang panglima yang
selalu menjaga sholat berjamaah.
Kesenanganku adalah mendengarkan
bacaan Al-Quran yang indah dan
syahdu. Malam-malamku adalah saat
yang paling kutunggu. saat-saat
dimana aku bercengkerama dengan
Tuhanku, sedangkan siang hariku
adalah perjuangan-perjuangan nyata.
Wahai orang-orang yang masih
terlelap, Pernahkah kau mendengar
penaklukan Konstantinopel? Akulah
orang di balik penaklukan itu, Sultan
Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai
dalam memimpin bala tentaraku, namun
tahukah kau bahwa sehari sebelum
penaklukan itu, aku telah
memerintahkan kepada para
pasukanku untuk berpuasa pada
siang hari dan pada saat malam tiba
kami melaksanakan sholat malam dan
munajat penuh pertolongan padaNya,
jika Allah memberikan kematian kepada
kami pada siang hari di saat kami
berjuang, maka kesyahidan, itulah
harapan kami terbesar. Biarlah siang
hari kami berada di ujung kematian,
namun sebelum itu di ujung malamnya
Allah temukan kami berada dalam
kehidupan, kehidupan dengan
menghidupkan malam kami.
Wahai orang-orang yang tergoda,
begitu kuatkah syetan mengikat
tengkuk lehermu saat kau tidur? ya
sangat kuat, tiga ikatan kuat di
tengkuk lehermu, dia lalu menepuk
setiap ikatan sambil berkata "Hai
manusia sadarlah, engkau masih
punya malam panjang, maka tidurlah!!"
"Hei sadarlah, sadarlah jangan kau
dengarkan dia, itu tipu muslihatnya,
syetan itu berbohong kepadamu, maka
bangunlah! bangkitlah kerahkan
kekutaanmu untuk menangkal
godaannya. Sebutlah nama Allah, maka
akan lepas ikatan yang pertama,
kemudian berwudhulah maka akan
lepas ikatan yang kedua, dan terakhir
sholatlah, sholat seperti kami maka
akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.
Wahai orang-orang yang masih
terlena, masihkah kau menikmati
malam-malammu dengan kepulasan?
masihkah? adakah tergerak hatimu
untuk bangkit, bersegera mendekat
kepadaNya, memohon ampunanNya
walaupun hanya dengan dua rakaat?
tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata.
"Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang
memohon kepada-Ku akan
Kukabulkan, siapa yang memohon
ampun kepada-Ku akan Ku ampuni,"
Dia terus berkata demikian hingga
fajar merekah.
Wahai orang-orang yang terbujuk
rayu dunia, bagi kami manusia-
manusia malam, dunia ini sungguh tak
ada artinya. Malamlah yang memberi
kami kehidupan sesungguhnya, sebab
malam bagi kami adalah malam-malam
yang penuh cinta, sarat makna.
Masihkah kau terlelap? Apakah kau
menginginkan kehidupan
sesungguhnya? maka ikutilah jejak
kami, manusia-manusia malam, kelak
kau akan temukan cahaya di sana, di
waktu sepertiga malam.
Namun jika kau masih ingin terlelap,
nikmatilah tidurmu diatas pembaringan
yang empuk, bermesraan dengan
bantal gulingmu, bergeliat manja di
balik selimutmu yang demikian
hangatnya, maka surat cinta kami ini
sungguh tak berarti apa-apa bagimu.
Semoga Allah mempertemukan kita di
sana, di surgaNya, mendapati dirimu
dan diri kami dalam kamar-kamar yang
sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi
dalamnya terlihat dari luar.
Amiiin........
*Mari kita membiasakan Qiyamul Lail
plus membaca Qur'an di 1/3 malam,,
betapa membekasnya di hati,,,

No Response to "Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya PenuhCinta"

Leave A Reply