Custom Glitter Text
Banyoe Mili = Air mengalir (sungai) adalah aliran kehendak ALLAH. Kita yang berperahu di atas sungai dan mengikuti alirannya adalah mengikuti kehendak ALLAH. Apapun yang kita lakukan di atas perahu adalah berpengaruh untuk kita tapi tidak merubah aliran air. Aliran air sungai selalu ke bawah bermakna penurunan kuantitas umur dan kekuatan fisik. Aliran sungai ke laut bermakna kematian dan kembali kepada kumpulan spirit atau keharibaanNya. Ikhtiar manusia tidak memberi bekas kepada kekuasaan dan kehendak Allah SWT (Al Hadist). Ikhtiar manusia hanyalah memberi nilai untuk manusia itu sendiri. Pada dasarnya ikhtiar manusia merupakan bagian yang integral dari kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Wallahua'lam

Senin, 24 Januari 2011

Crop Circle di Sleman, Karya UFO Atau Seni Instalasi?

Posted on 02.44 by Oby_arsyil's blog


Misteri crop
circle di Dusun Rejosari, Desa
Jogotirto, Kecamatan Berbah,
Kabupaten Sleman, DIY, sampai
saat ini masih belum terpecahkan.
Warga yang menonton lingkaran
bermotif itu karya UFO (Unidentified
Flying Object), namun ada pula
yang yang mempercayai itu karya
manusia sebagai bentuk seni
instalasi.

Sampai saat ini warga masih silih
berganti mendatangi lokasi
persawahan di dusun tersebut
untuk menonton. Mereka tidak bisa
menonton dari dekat atau dari
pinggir jalan desa tersebut.

Mereka harus menaiki bukit Gunung
Suru yang ada di sebelah utara
lokasi.
Ketinggian bukit kapur itu lumayan
tinggi sekitar 100-an meter yang
dipenuhi semak belukar. Untuk
menaikinya cukup sulit karena
hanya ada jalan setapak yang licin
dan berlumpur. Namun hal itu tidak
menyurutkan minat ribuan orang
yang ingin menonton.

Saat ini jalan desa yang
menghubungkan wilayah Desa
Srimulyo Piyungan Bantul dengan
Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah
dan Desa Madurejo di Kecamatan
Prambanan Sleman dijaga oleh
warga setempat. Orang yang ingin
menonton harus mengeluarkan
uang untuk membayar parkir
maupun sumbangan sukarela.

Sejumlah aparat Polsek Berbah dan
Koramil Berbah juga berjaga-jaga
di sekitar lokasi.
"Saya belum melihat langsung,
karena masih di luar kota. Tapi
kalau itu benar sebuah karya
instalasi, ini merupakan karya seni
yang bagus dan indah," ungkap
pemerhati seni di Yogyakarta,
Kuss Indarto, kepada detikcom.

Menurut Kuss, letak keindahan
seni tersebut karena diletakkan di
luar ruang pameran sehingga
banyak orang menonton. "Bila
benar-benar karya instalasi, si
pembuatnya pasti juga seorang
cerdas karena tidak banyak orang
tahu," katanya.
Sementara itu berdasarkan
pantauan detikcom, gambar crop
circle itu hanya bisa dilihat dari
puncak bukit Gunung Suru saja
yang berjarak 200-an meter dari
TKP. Sedangkan dari bukit yang
ada di sebelah barat daya, crop
circle tersebut tidak bisa dilihat
karena terlalu jauh atau berjarak
sekitar 1 kilometer.

Gambar crop circle itu juga
tereletak di bawah jaringan kabel
listrik tegangan tinggi yang
membujur dari arah utara ke
selatan. Sedangkan areal tanaman
padi yang rebah sehingga
membentuk gambar crop circle ada
7 petak. Namun hamparan tanaman
padi yang ada di sisi barat dan
selatan tetap berdiri tegak.

Jejak atau bekas adanya
kerusakan akibat angin kencang
yang terjadi pada hari Sabtu 22
Januari juga tidak ditemukan.
Sementara itu warga meyakini
beberapa hari sebelumnya wilayah
sekitar Berbah terjadi angin
kencang.
Ketika detikcom melakukan
penyusuran di sekitar areal
persawahan hingga radius 1 km
dari lokasi tidak ditemukan bekas
pohon atau hamparan sawah yang
rusak akibat terpaan angin
kencang. Jadi benarkah crop circle
itu karya UFO atau sebuah karya
seni instalasi yang dilakukan oleh
manusia biasa? Masih belum jelas.
Namun yang pasti, para ilmuwan
mempercayai itu karya manusia
sehingga tidak perlu tim khusus
untuk menelitinya.
(detikc0m)

No Response to "Crop Circle di Sleman, Karya UFO Atau Seni Instalasi?"

Leave A Reply